Santri dan siswa di Mojokerto yang mengalami keracunan MBG. (Dok. Istimewa)
Soal dugaan keracunan MBG terus menjadi isu hangat. Bahkan program itu terus dihujani kritik dari berbagai pihak. Jamak yang mengatakan, program yang menghabiskan dana Rp1 Triliun lebih per hari itu hanya membuang-buang anggaran.
Data yang dihimpun dari laman Databoks, menunjukkan korban korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Indonesia mencapai 16.109 orang per 31 Oktober 2025. Data ini dihimpun dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). Jumlah tersebut tersebar di 26 provinsi, dengan Provinsi Jawa Barat menjadi yang terbanyak hingga 4.955 korban atau 30,8 persen dari total korban.
Sumut sendiri dalam periode itu, bertengger di posisi 16 dengan jumlah 99 korban. SMK HKBP Sidikalang menjadi kasus pertama di Sumut pada 2026.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan akan menargetkan zero accident program Makan Bergizi Gratis seiring terus bertambahnya operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dadan mengungkapkan, sepanjang Januari 2026 tercatat sekitar 50 kali kejadian keracunan makanan. Namun angka tersebut dinilai jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, kasus kejadiannya selama Januari ini sekitar 50 kali. Itu jauh lebih kecil dibandingkan Oktober atau September, padahal jumlah SPPG meningkat tajam,” kata Dadan di Balai Kota, Senin (10/2/2026).