Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Malangnya Bocah 7 Tahun Jadi Korban Kekerasan Seksual usai Main Futsal
Ilustrasi pelecehan pada anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Deli Serdang, IDN Times - Amarah masyarakat Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, membuncah kala menangkap seorang pria berinisial RN. Ia merupakan pelaku kekerasan seksual terhadap bocah laki-laki bernama Putra (bukan nama asli).

Emosi masyarakat yang tak terbendung ini membuat pelaku RN babak belur. Mereka beramai-ramai menghajar RN dan mengantarnya ke kantor polisi. Sementara korbannya yang masih berusia 7 tahun dilaporkan mengalami trauma.

1. Pulang main futsal korban mengadu jadi korban kekerasan seksual

Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Sukma Shakti)

Kepada IDN Times, Siti Hajar (bukan nama asli), bercerita mengenai insiden pelecehan seksual yang dialami cicitnya. Ia kaget bahwa Putra pulang ke rumah saat subuh hari.

"Cicit saya izin pamit mau tidur di rumah keluarga. Terus di sana dia main futsal malam Minggu. Karena kan kadang-kadang anak-anak yang main futsal ramainya kalau malam minggu. Tapi, dia tiba-tiba pulang ke rumah pagi jam 5," kata Siti Hajar, Kamis (30/4/2026).

Ia yang kaget atas kepulangan Putra pagi hari spontan bertanya apa yang terjadi. Saat itulah Putra mengadu bahwa dirinya menjadi korban kekerasan seksual.

"Dia bercerita bahwa saat pulang main futsal dia jumpa pelaku RN. Mulanya pelaku mau ngajak abangnya, tapi abangnya nggak mau. Jadi si Putra lah yang dirayunya. Abangnya disuruh pulang bawa sepeda. 'Adik dibawa RN jalan-jalan, terus ke rumah kosong. Adik diikat kakinya'. Katanya gitu, takut dia bilangnya," lanjut Siti.

2. Warga mengamuk tangkap pelaku di rumahnya

Tangan tersangka diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Putra lalu mengaku pakaiannya dibuka oleh pelaku. Dan saat itu juga dirinya mendapatkan kekerasan seksual pelaku RN.

"Setelah dibawa keliling, dia dibawa ke rumah pelaku. Rumahnya kosong. Di sana cicit saya ditelanjangi dan celananya digantung di atas agar tidak bisa diambil. Kemudian dia dipaksa pelaku (sodomi)," beber Siti.

Mendengar cerita cicitnya, Siti naik pitam. Ia mengajak anaknya untuk menyergap pelaku RN di rumahnya. Warga yang kesal mendapat kabar ini juga ikut mengonfrontasi.

"Begitu dapat pelaku, dia dipukuli sama orang sini. Kami menahan agar RN tak sampai dimassa dan terluka parah. Di situ kami tanyai, dia mengaku dan pernah melakukan pelecehan juga di Rantau Prapat. Dia pernah dipenjara kasus yang sama," jelas Siti.

3. Keluarga ungkap korban tak mau sekolah karena mendapat perundungan

Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Sukma Shakti)

Siti mengaku mengenal tersangka RN karena mereka kebetulan bertetangga. Pelaku RN disebutnya merupakan seorang buruh harian lepas yang biasa bekerja sebagai tukang bangunan.

Siti dan keluarga telah mantap melaporkan kasus ini ke kantor polisi. Terlebih bocah 7 tahun itu hanya tinggal sendiri bersama dengannya.

"Putra tinggal sama saya karena mamanya kerja merantau di Malaysia," aku Siti.

Ia bercerita bahwa cicitnya itu hari ini tak memutuskan pergi ke sekolah. Sebab di sekolah ia mendapatkan perundungan.

"Enggak sekolah. Karena semalam dia dikatai sama kawannya. Menangis dia pulang sekolah semalam karena diejek temannya yang tahu kejadian ini," pungkas Siti.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Dearma, membenarkan insiden ini. Pelaku saat ini telah diboyong ke Polrestabes Medan dan ditahan di sana.

"Benar, pelaku sudah ditahan," jawabnya singkat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team