Binjai, IDN Times - Kota Binjai makin serius soal kebersihan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang tak hanya membersihkan jalan dan fasilitas umum, tapi juga aktif mengedukasi masyarakat soal pemilahan sampah sejak rumah.
“Satgas ini nggak cuma fokus bersihkan jalan dan fasilitas umum, tapi juga aktif sosialisasikan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah,” kata Kepala DLH, Ahmad Yani, Kamis (29/1/2026).
Langkah ini sejalan dengan visi Wali Kota Binjai menjadikan kota bersih, hijau, dan berkelanjutan.
DLH Binjai Budidaya Magot dan Cacing Susu untuk Pengolahan Sampah

Intinya sih...
Maggot jadi pahlawan sampah organik tingkatkan kesejahteraan
Cacing susu solusi pakan sebagai pangan ternak alternatif
Bangun sumberdaya manusia, ciptakan mesin pemisah sampah buatan lokal
1. Maggot jadi pahlawan sampah organik tingkatkan kesejahteraan
DLH Binjai menghadirkan inovasi menarik dengan membudidayakan maggot. Ratusan kilogram sampah organik dari pasar, rumah tangga, dan pertanian diolah menjadi pakan maggot setiap hari.
Maggotnya sendiri bisa jadi pakan ternak, sementara kotorannya (kasgot) dijadikan pupuk organik berkualitas tinggi. “Alhamdulillah, program ini berjalan baik. DLH terus hadirkan inovasi pengelolaan sampah di TPA,” kata Yani.
2. Cacing susu solusi pakan sebagai pangan ternak alternatif
Selain maggot, DLH Binjai juga membudidayakan cacing susu sebagai pakan alternatif ayam dan ikan. Program ini membantu peternak lokal menghemat biaya pakan hingga 40 persen.
“Selain untuk pakan ternak, sisa pakan maggot dan kotoran cacing susu juga bisa jadi pupuk organik kaya nutrisi. Ke depannya, program ini diharapkan bisa membantu pengentasan kemiskinan dan tingkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ketahanan pangan,” jelas Yani.
3. Bangun sumberdaya manusia, ciptakan mesin pemisah sampah buatan lokal
Tak ketinggalan, DLH menciptakan mesin pemisah sampah buatan lokal. Mesin hemat listrik ini memudahkan pemilahan sampah organik, non-organik, dan padat. Hasilnya, pemanfaatan sampah lebih optimal, efisien, dan bernilai ekonomi.
“Dengan mesin ini, pemilahan sampah lebih mudah dan optimal. Semoga kami terus diberi kekuatan untuk berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan Kota Binjai,” tegas Yani.
4. Bangun kesadaran masyarakat guna mewujudkan kota bersih
Berbagai inovasi ini membuktikan pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tapi bisa menciptakan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ahmad Yani pun mengajak masyarakat aktif berpartisipasi.
“Semoga Allah memudahkan setiap langkah kita dan memberikan hidayah kepada seluruh masyarakat Kota Binjai untuk bersama-sama menjaga kebersihan kota,” tegas Yani.