ilustrasi kokurikuler berbasis literasi (pexels.com/Ron Lach)
Upaya peningkatan literasi tidak hanya menyasar sekolah. Pemerintah juga mengembangkan program berbasis komunitas, seperti perpustakaan keliling, pojok baca, hingga layanan terpadu untuk wilayah terpencil.
“Kami juga melaksanakan program peningkatan literasi dan kegemaran membaca dengan kegiatan Read Aloud untuk TK/PAUD, pelatihan storytelling, pelatihan membaca kritis, workshop literasi media, gerakan sepekan satu buku, lomba bertutur, penyelenggaraan pengawasan kearsipan, dan program lainnya,” ucap Desni.
Menurutnya, pembangunan literasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
“Pembangunan literasi, tingkat kegemaran membaca, dan penguatan kearsipan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Sumut. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengambil peran dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat,” ujar Desni.