Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lagu Siti Mawarni Suarakan Keresahan Soal Narkoba, Ini Liriknya
ilustrasi narkoba (IDN Times/Mardya Shakti)
  • Lagu 'Siti Mawarni' viral di media sosial sebagai simbol keresahan warga Labuhanbatu terhadap maraknya peredaran sabu di Sumatra Utara.
  • Lagu ini diaransemen ulang oleh Amin Wahyudi Harahap dari melodi klasik Melayu 'Siti Fatimah' karya P. Ramlee, dengan lirik baru yang menyindir bandar dan beking narkoba.
  • Melalui liriknya, lagu ini menjadi kritik sosial sekaligus doa agar peredaran narkoba segera berakhir, mencerminkan suara rakyat kecil yang menolak rusaknya generasi muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
April–Mei 2026

Nama 'Siti Mawarni' mendadak viral di media sosial seperti Instagram, Facebook, Threads, dan TikTok. Lagu ini menjadi simbol keresahan warga Labuhanbatu terhadap maraknya peredaran narkoba jenis sabu.

kini

Lagu 'Siti Mawarni' dikenal sebagai bentuk kritik sosial dan doa harapan warga. Karya ini terus digunakan sebagai simbol perlawanan masyarakat terhadap narkoba di Sumatera Utara.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Lagu berjudul “Siti Mawarni” menjadi simbol perlawanan warga Labuhanbatu, Sumatra Utara, terhadap maraknya peredaran narkoba jenis sabu melalui media sosial dan platform digital.
  • Who?
    Lagu ini diaransemen ulang oleh Amin Wahyudi Harahap, warga Labuhanbatu, dengan melodi dari karya klasik P. Ramlee yang berjudul “Siti Fatimah”.
  • Where?
    Fenomena ini terjadi di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, dan menyebar luas melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, Threads, serta TikTok.
  • When?
    Lagu “Siti Mawarni” mulai ramai diperbincangkan publik sepanjang April hingga Mei 2026.
  • Why?
    Lagu tersebut diciptakan sebagai bentuk keresahan masyarakat terhadap meningkatnya peredaran sabu di wilayah Sumatra Utara dan sebagai kritik sosial terhadap bandar serta pelindungnya.
  • How?
    Amin Wahyudi Harahap mengganti lirik lagu Melayu lama dengan pesan tegas menentang narkoba sehingga cepat diterima masyarakat karena nadanya familiar dan mudah diingat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada lagu baru namanya Siti Mawarni. Lagu itu dibuat orang Labuhanbatu di Sumatera Utara. Katanya lagu ini bukan tentang orang sungguhan, tapi buat bilang kalau banyak sabu di sana dan warga takut anak muda rusak. Lagunya cepat terkenal di internet, dan sekarang banyak orang nyanyi buat lawan narkoba.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Lagu “Siti Mawarni” menunjukkan bagaimana kreativitas warga Labuhanbatu mampu mengubah keresahan sosial menjadi ekspresi seni yang kuat dan bermakna. Dengan aransemen familiar serta lirik yang jujur, musik ini memperlihatkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menolak narkoba sekaligus menegaskan bahwa suara rakyat dapat menemukan daya pengaruh melalui karya budaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Nama “Siti Mawarni” mendadak ramai di media sosial seperti Instagram, Facebook, Threads sampai TikTok sepanjang April-Mei 2026. Banyak yang penasaran: siapa Siti Mawarni?

Ternyata Siti Mawarni bukan orang asli. Nama itu dipakai sebagai simbol keresahan warga Labuhanbatu, Sumatra Utara, terhadap maraknya peredaran narkoba jenis sabu. Lagunya jadi media kritik sosial yang cepat menyebar karena liriknya to the point dan nadanya yang familiar.

1. Musik ini diaransemen ulang dari lagu P. Ramlee

Ilustrasi narkoba. (IDN Times/Mardya Shakti)

Lagu ini diaransemen ulang oleh Amin Wahyudi Harahap, warga Labuhanbatu yang beberapa kali pencipta lagu dengan kritik-kritik sosial. Melodinya diambil dari lagu klasik Melayu “Siti Fatimah” yang dipopulerkan seniman legendaris P. Ramlee.

Melodinya yang enak dan sudah akrab di telinga masyarakat. Hanya mengganti lirik biar bisa menyisipkan pesan keresahan soal narkoba. Berbeda dari lagu joget biasa, lirik “Siti Mawarni” frontal menyentil bandar dan beking sabu di Sumut. Hal ini menjadi suara jeritan hati orang tua yang takut generasi muda rusak.

2. Berikut lirik lengkap lagu Siti Mawarni Anak Labuhanbatu

Ilustrasi narkoba (IDN Times/Istimewa)

Berikut lirik lengkap dari lagu “Siti Mawarni Anak Labuhan Batu”

Siti Siti Siti

Siti Siti Mawarni

Ya Incek anak Labuhan Batu

Siti Siti Mawarni

Ya Incek binti ya Solehudin

Siti Siti Mawarni

Ya Incek anak Labuhanbatu

Siti Siti Mawarni

Ya Incek binti Solehudin

Reff 1

Kalau ada orang yang nyabu ya Allah

Cepat kasih azabnya

Sabu banyak di Sumut ya Allah

Bandar sabu kaya semua

Sabu banyak di Sumut ya Allah

Bandar sabu kaya semua

Reff 2

Kalau yang beking sabu ya Allah

Cepat cabut nyawanya

Kalau tak dimatikan ya Allah

Rakyat kita rusak semua

Kalau tak dimatikan ya Allah

Bandar sabu kaya semua

Bridge

Selamat berpisah pada para saudara

Sampai bertemu di lain waktu dan masa

Jangan lupa bahagia untuk kita semua

Salam manis untuk anda

Salam manis untuk anda!

3. Maknanya merupakan kritik sosial dan doa harapan

ilustrasi konser musik (pexels.com/Wendy Wei)

Amin Wahyudi Harahap dalam instagram pribadinya sempat menjelaskan alasannya mengaransemen lagu tersebut. "Saya melakukan aransemen lagu Siti Fatimah menjadi Siti Mawarni. Banyak yang nanya di media sosial saya. Siapa siti Mawarni? Apakah bandar narkoba? apakah siapa?," ucap Amin.

"Jadi saya buat Siti Mawarni itu tokoh fiktif untk menggantikan Siti Fatimah dalam lagu itu. Lagu Siti Fatimah itu tak elok jika disandingkan dengan narkoba. Terus saya cari ayahnya. Semua tokoh fiktif," kata Amin.

Menurutnya hal itu karena keresahannya atas maraknya kasus narkoba di Sumut. "Itu kita membuat lagu itu instan, bagaimana kita buka medsos ini banyak kali narkoba. Saya bilangnya secara nasional. Saya sebagai orang Sumut saya buat Siti Mawarni orang Labuhanbatu, karena saya orang Labuhanbatu," pungkasnya.

Selain "Siti Mawarni" Amin menciptakan beberapa lagu dengan kritik sosial seperti "Janji Pilkada", "Digrebek Warga", "PLN Dengar Suara Kami" dan lainnya.

Editorial Team