Rahmad Fauzi penjual gas elpiji di pangkalan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Fauzi yang sudah berjualan gas elpiji di pangkalannya sejak tahun 2000-an ini menjelaskan bahwa ia tidak menjual gas elpiji nonsubsidi sudah sebulan. Sebab, menurutnya untung tipis bahkan terkadang rugi karena kurang peminat.
"Ini tabungnya pada kosong, karena gak ada yang beli. Adapun yg beli nanti saya stok cuma 1 atau 2 tabung saja yang lalu dengan menunggu untung Rp15 ribu itu pun satu tabung," ucapnya.
Sedangkan gas elpiji 3 kg, Fauzi bisa menjual 120 tabung setiap pekan. "Makanya, kalau dari masyarakat gak habis paling dari pengecer atau kedai kecil," tutur Fauzi.
Dia juga menceritakan pernah kecewa, karena menjual gas elpiji nonsubsidi yang mengalami kebocoran, sehingga, merasa rugi. "Saya merasa kecewa karena pernah gas elpiji itu bocor setengah dikembalikan sama pembeli, dan minta ganti. Jadi, saya rugi. Untungnya cuma Rp15 ribu diantar tapi pas bocor dikembalikan. Makanya, saya gak mau jual lagi, apalagi makin naik harganya sekarang," jelasnya dalam cerita.
Untuk harga jual gas elpiji 12 kg Rp215ribu per tabung, dan 5 kg harganya Rp110 ribu per tabung, dan ukuran 3 kg harganya Rp15 ribu sudah dengan antar ke lokasi orderan masyarakat di sekitar pangkalan elpiji 3 kg di Jalan Karya Jaya.