Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kronologi Kecelakaan Truk Mundur di Simalungun yang Tewaskan 3 Orang
Mobil yang ditabrak truk mundur di jalur lintas alternatif Parapat (dok.Polres Simalungun)
  • Kecelakaan maut di jalur alternatif Simpang Palang–Parapat, Simalungun, menewaskan tiga orang dari satu keluarga asal Riau dan melibatkan truk pengangkut baja ringan serta minibus Toyota Kijang Super.
  • Truk Mitsubishi Fuso kehilangan kendali saat menanjak hingga mundur dan menabrak minibus di belakangnya; sopir truk tidak dapat menunjukkan SIM maupun STNK saat diperiksa polisi.
  • Kondisi jalan menanjak dan berbelok dengan lebar sekitar tujuh meter diduga memperparah kecelakaan, sementara polisi segera melakukan evakuasi korban serta pengaturan lalu lintas di lokasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Simalungun, IDN Times- Duka menyelimuti perjalanan sebuah keluarga asal Riau setelah kecelakaan maut terjadi di jalur alternatif Simpang Palang–Parapat, Kabupaten Simalungun, Selasa (24/3/2026). Insiden tragis ini merenggut tiga nyawa, termasuk dua remaja.

Kecelakaan terjadi di ruas jalan menanjak Km 06–07, tepatnya di Dusun Talun Sungkit, Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan. Peristiwa itu melibatkan satu unit truk pengangkut baja ringan dan sebuah minibus Toyota Kijang Super yang ditumpangi enam orang sekeluarga.

1. Tiga orang tewas dan 3 luka-luka

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Berdasarkan data kepolisian, tiga korban meninggal dunia yakni Sunarno (61) selaku pengemudi, serta dua penumpang remaja, Jihan Meilani Nasution (17) dan Yeni Putri (17). Sementara tiga korban lainnya, yakni Sukarno (65), Watini (54), dan Fahmi Nasution (12), selamat dan masih menjalani perawatan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Simalungun, Ipda Yancen Hutabarat, menjelaskan kecelakaan bermula saat truk Mitsubishi Fuso BK 9283 CE yang dikemudikan A.S.L. (49), melaju dari arah Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan.

“Truk melaju dengan kecepatan rendah saat memasuki tanjakan. Namun diduga pengemudi kehilangan kendali, sehingga kendaraan mundur dan menabrak mobil yang berada tepat di belakangnya,” ujar Yancen.

2. Sopir truk tak tunjukkan STNK dan SIM

Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)

Benturan keras tak terhindarkan. Minibus yang berada persis di belakang truk langsung tertabrak saat kendaraan berat itu mundur di tanjakan.

“Akibat kejadian tersebut, pengemudi mobil dan dua penumpangnya meninggal dunia di tempat,” tambahnya.

Ketiga jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar. Sementara korban luka mendapat penanganan medis, sebagian dirujuk ke RS Vita Insani.

Polisi juga mencatat sopir truk tidak mengalami luka, namun tidak dapat menunjukkan dokumen kendaraan seperti SIM dan STNK saat pemeriksaan di lokasi kejadian. Hal ini kini menjadi bagian dari penyelidikan lebih lanjut.

3. Jalur menanjak dan berbelok

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Sukma Shakti)

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kondisi jalan yang menanjak dan berbelok di jalur alternatif dengan lebar sekitar 7 meter turut menjadi faktor risiko. Meski cuaca cerah dan arus lalu lintas tergolong sedang, medan yang berat diduga memperparah situasi.

Yancen menegaskan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan kecelakaan.

“Laporan kami terima sekitar 15 menit setelah kejadian. Tim langsung turun untuk penanganan cepat, pengaturan lalu lintas, serta evakuasi korban,” katanya.

Editorial Team