Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kopi Sachet Udah Gak Zamannya, Crema Espresso Cocok Buat Ngopi di Rumah
Berbagai varian biji kopi di stand Otten Cambridge Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Crema Espresso dari Otten makin populer di Medan, terutama di kalangan pengguna mesin kopi rumahan dan pemilik kafe kecil yang ingin naik kelas dari kopi sachet.
  • Biji kopi Mandailing ini punya komposisi 80% Arabika dan 20% Robusta, menghasilkan rasa manis karamel dengan aftertaste cokelat serta harga sekitar Rp145 ribu per 500 gram.
  • Otten juga menawarkan varian Golden Crema dan Eastpresso dengan rasio campuran berbeda, jadi pilihan favorit pelanggan sesuai selera kekuatan rasa dan karakter kopinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
kini

Crema Espresso dari Otten populer di Medan, terutama di kalangan pengguna mesin kopi rumahan dan pemilik kafe kecil. Produk ini dikenal karena perpaduan rasa arabika dan robusta serta menjadi pilihan bagi penikmat kopi yang ingin meningkatkan kualitas seduhan mereka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Crema Espresso, produk kopi dari Otten, menjadi pilihan populer di Medan terutama bagi pengguna mesin kopi rumahan dan pemilik kafe kecil karena karakter rasa dan kualitas cremanya.
  • Who?
    Restu, Sales Agen Otten Cambridge Medan, menjelaskan komposisi dan harga Crema Espresso serta varian lain seperti Golden Crema dan Eastpresso kepada pelanggan.
  • Where?
    Kegiatan promosi dan penjualan Crema Espresso berlangsung di Kota Medan, khususnya melalui gerai Otten Cambridge Medan.
  • When?
    Informasi ini disampaikan dalam laporan terkini mengenai tren konsumsi kopi di Medan; waktu pasti penyampaian pernyataan belum disebutkan secara rinci.
  • Why?
    Kopi ini diminati karena memiliki rasa lebih manis dengan aroma cokelat-karamel, tidak sepahit robusta murni, serta menghasilkan crema tebal yang cocok untuk cappuccino atau latte.
  • How?
    Biji kopi Mandailing dengan komposisi 80% arabika dan 20% robusta dijual sekitar Rp145 ribu per 500 gram; penggunaannya menghasilkan biaya Rp7–8 ribu per shot espresso.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Medan ada kopi namanya Crema Espresso dari Otten. Banyak orang di rumah dan kafe kecil suka pakai itu. Rasanya gak terlalu pahit, ada manis dan bau cokelat. Kopinya campur arabika dan robusta. Harganya lebih murah dari ngopi di kafe. Ada juga Golden Crema dan Eastpresso yang disukai orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Popularitas Crema Espresso di kalangan pengguna rumahan di Medan menunjukkan meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap kualitas kopi yang lebih baik. Dengan kombinasi biji Arabika dan Robusta yang seimbang, produk ini menawarkan cita rasa manis dan aroma cokelat yang menarik, sekaligus memberikan alternatif ekonomis bagi pecinta kopi untuk menikmati pengalaman espresso layaknya kafe.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Kalau ngomongin Ekspresso, gak bisa lepas dari crema. Sebab, lapisan busa cokelat keemasan itu jadi pembeda utama ekspresso dengan kopi tubruk. Tapi ingat, Crema buka hiasan doang. Disini perannya adalah penentu kualitas shot kamu.

Di Kota Medan, brand kopi dari Otten bernama Crema Espresso memang lebih populer di kalangan yang punya mesin rumahan atau owner kafe kecil. Kalau kamu baru mulai ngopi, produk ini cocok buat “naik kelas” dari kopi sachet.

1. Ekspektasi rasa gak sepahit robusta karena ada manis-manisnya dan ninggalin rasa cokelat di lidah

Berbagai varian biji kopi di stand Otten Cambridge Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Pastinya, untuk ekspektasi rasa, biji kopi ini sangat cocok buat yang biasa ngopi hitam pahit. Karena, ini bakal kerasa beda. Mulai dari aroma cokelat ditambah karamel kuat pas biji baru digiling dan rasanya yang gak sepahit Robusta murni, ada manis-manis gula aren, nutty, body tebal serta aftertaste yang panjang, ninggalin rasa cokelat di lidah.

Sehingga, Crema Ekspresso ini biasa dibuat untuk cappuccino/latte. Sebab, Cremanya menyatu sama susu, jadi creamy-nya berasa.

2. Perbandingannya 80 persen Arabika dan 20 persen robusta

Berbagai varian biji kopi di stand Otten Cambridge Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Restu sebagai Sales Agen (SA) Otten Cambridge Medan menjelaskan bahwa biji kopi asal Mandailing ini di banderol harga sekitar Rp145 ribu dengan ukuran 500gram.

Jadi, jika dikalkulasikan jatuhnya Rp7 ribu sampai Rp8 ribu per shot. Sedangkan, kalau dihitung-hitung jauh lebih murah daripada ngopi di kafe Rp25rb.

"Biji kopi ini perbandingannya 80:20, 80 itu arabika dan 20 robusta," katanya pada IDN Times.

3. Selain itu juga ada Golden Crema yang menjadi primadona

Berbagai varian biji kopi di stand Otten Cambridge Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Selain Crema Ekspresso, ada juga biji kopi Golden Crema yang menjadi primadona para pelanggan Otten.

"Untuk Golden Crema ini perbandingannya 60:40. Robusta 60 dan arabika 40," tuturnya.

Kemudian ada Eastpresso, biji kopi ini memiliki perbandingan 50:50, yakni 50 persen Arabika dan 50 persen Robusta.

Catatan buat para pemula, agar tidak kaget kalau shot pertama akan gagal. Karena, membuat espresso itu pastinya trial-error. Kalau cremanya tipis, berarti gilingan kurang halus atau bijinya sudah lama.

Editorial Team