Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Koperasi Merah Putih
Koperasi Merah Putih

Intinya sih...

  • Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Medan masih banyak yang belum berjalan

  • Lurah Karang Berombak sebut salah satu kendalanya adalah kantor KMP Kelurahan Karang Berombak

  • Secara administrasi semuanya telah selesai, dan Medan Tuntungan telah melakukan peletakan batu pertama

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Salah satu program Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, adalah Koperasi Merah Putih (KMP). Program ini sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu.

Pada Rapat Terbatas di Istana Negara, pada 3 Maret 2025, Presiden RI mengumumkan peluncuran 80.000 koperasi desa dengan nama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan pada bulan Juli 2025 dilakukan launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi.

Namun, hingga kini Januari 2026 di Kota Medan masih banyak program KMP yang belum berjalan. Seperti di Kelurahan Karang Berombak, Kota Medan.

Diketahui, Kota Medan memiliki 151 Kelurahan, dan 21 Kecamatan.

1. Lurah Karang Berombak sebut salah satu kendalanya adalah kantor KMP Kelurahan Karang Berombak

Koperasi Merah Putih resmi diluncurkan di Sumatra Utara. (Dok: Diskominfo Sumut)

Saat dikonfirmasi, Lurah Karang Berombak, Ahmad Fauzi Nasution mengatakan ada beberapa kendala yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

"Kelurahan Karang Berombak belum berjalan Koperasi Merah Putih, karena apa, rekeningnya masuk air lagi kena banjir," katanya pada IDN Times.

Menurutnya, Kepengurusan KMP Kelurahan Karang Berombak ini sedang bingung.

Dia menyebut beberapa kendala yang tengah dihadapi adalah tidak adanya kantor KMP.

"Satu kendalanya saat ingin dikerjakan, kondisinya kita harus ada kantornya atau ada tempatnya. Tapi sekarang untuk sementara kantornya di Kelurahan," jelasnya.

Lanjutnya, Jiak mendapatkan sewa kantor maka diminta untuk mendahulukan uang sewa dalam pembayarannya.

"Dari mana uang kita untuk mendahulukannya. Kan gak mungkin uang kita, sementara itu Pemerintahan nanti menyalahi aturan kita," sebutnya.

Seharusnya, menurut Fauzi uang sewa kantor sudah keluar agar bisa memudahkan perkantoran KMP dan berkasnya.

Dia mengatakan banyak masyarakat menganggap bahwa uang KMP ini merupakan uang lunak atau bisa diambil langsung. Padahal, menurutnya, KMP ini diberikan berupa barang seperti sembako dan lainnya.

"Kita sudah mensosialisasikan kepada masyarakat, simpan pinjam dianggap daripada masyarakat. Sementara kita sudah sosialisasikan bahwa kita diberi oleh Pertamina berupa gas, Bulog memberi beras. Kita kan harus membayar ke Bulog dan gas," ujarnya.

2. Secara administrasi semuanya telah selesai

Koperasi Merah Putih resmi diluncurkan di Sumatra Utara. (Dok: Diskominfo Sumut)

Hingga kini, secara administrasi dikatakan Fauzi telah selesai.

"SK sudah, notaris sudah dan lainnya secara administrasi sudah," ucapnya.

Dia tidak dapat menyebutkan target berjalannya KMP Kelurahan Karang Berombak, Kota Medan.

"Belum tahu saya kapan berjalannya," tutupnya.

3. Medan Tuntungan telah melakukan peletakan batu pertama

Koperasi Merah Putih resmi diluncurkan di Sumatra Utara. (Dok: Diskominfo Sumut)

Sebelumnya, ada satu Kecamatan di Medan Tuntungan yang telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan KMP.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) Kota Medan di Jalan Lizardi Putra, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, pada Kamis (18/12/2025).

Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa koperasi menjadi wadah gotong royong untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah, hari ini kita memulai sebuah sejarah baru. Peletakan batu pertama Koperasi Kelurahan Merah Putih ini adalah harapan besar kita semua agar niat baik Presiden tentang ekonomi kerakyatan benar-benar terbangun sampai ke pelosok,” Kata Rico Waas.

Editorial Team