Hasil rontgen peluru masih bersarang di tempurung mata korban (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Sebelumnya Romanda mengatakan bahwa anaknya terkena peluru nyasar saat mereka naik becak motor melintasi Jalan Yos Sudarso, Belawan. Mereka kaget karena tiba-tiba dua kelompok remaja bentrok pakai sajam, senapan angin, hingga perisai.
"Saat itu kami menyewa becak motor hendak menjemput suami saya, karena suami saya ada acara tahun baruan di rumah temannya. Saat becak kami mau lewat, seketika itu ada orang tawuran antara kampung. Mereka balas-balasan menyerang. Nggak tahu tiba-tiba dari mana peluru datang. Anak saya langsung teriak, 'Mak!' katanya. Ternyata sudah darah semua kepala anak saya," ungkap Romanda saat ditemui IDN Times, Selasa (6/1/2026) lalu.
Mulanya Romanda tidak tahu apa yang menyebabkan kepala anaknya berdarah. Ia langsung mendekap bocah 4 tahun itu erat-erat mencoba menenangkan dan membawanya ke klinik terdekat.
"Saya panik, karena kan waktu itu akses Rumah Sakit PHC juga diblokir, ditutup, sama pelaku tawuran ini. Jadi, segera kami bawa ke Klinik belakang PHC untuk dapat pertolongan pertama. Tapi dokternya bilang kalau dia nggak berani. Karena lukanya dekat mata. Takutnya kena mata, jadi salah. Lukanya pas di pelopak matanya, bahkan hampir kena otak," pungkasnya.