Ramlah Sali (102) menjadi calon jemaah haji tertua asal Aceh tahun 2026. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
Perjalanan menuju keberangkatan haji juga dijalani dengan sederhana. Saat mengikuti manasik, Ramlah kerap dibonceng sepeda motor oleh anaknya.
“Bonceng naik kereta sama anak. Kadang hari Sabtu pergi, hari Minggu pergi manasik,” katanya sambil tersenyum.
Meski baru pertama kali naik pesawat dan belum pernah bepergian jauh dari kampung halamannya, Ramlah mengaku tidak merasa takut.
“Belum pernah naik pesawat, enggak pernah ke mana-mana tinggal di kampung. Tapi Alhamdulillah rasanya enggak ada susahnya, tenang-tenang saja,” ujarnya.
Di balik usianya yang renta, Ramlah menyimpan doa sederhana saat berada di Tanah Suci nanti.
“Minta selamat, minta sehat, bisa buat amal ibadah, itu aja,” katanya.
Ia juga mengaku selama ini terus memanjatkan doa agar diberi kesempatan berhaji.
“Ya Allah ya Tuhanku, dapatkan aku pergi ke sana. Kalau enggak bisa aku ke sana, dapatlah kawanku untuk menggantikan,” tuturnya lirih.
Soal rahasia tetap sehat di usia tua, Ramlah mengaku tidak memiliki resep khusus. Ia hanya menghindari dua jenis sayur yang menurutnya membuat tubuhnya sakit.
“Makan apa saja, cuma enggak mau makan kangkung sama bayam. Dua itu enggak bisa kumakan,” ujarnya.