Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemeriahan Nobar Final ASEAN Cup di Medan, Warga: Akhirnya Juara Juga!
Suasana nobar Indonesia vs Thailand di Gedung Serba Guna PKK Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

  • Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dan Pemkot Medan menggelar nonton bareng gratis final FIFA ASEAN Cup 2026 di Kantor Gubernur Sumut serta Gedung Serbaguna PKK Medan.
  • Ratusan penonton di Gedung PKK Medan menyaksikan Indonesia menang atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah skor imbang 2-2, dengan Emil Audero melakukan penyelamatan.
  • Ribuan warga memadati halaman Kantor Gubernur Sumut untuk merasakan euforia bersama, sementara suporter menyebut gelar tersebut sebagai penantian panjang sejak kecil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selama 20 tahun

Amru menantikan Timnas Indonesia meraih kejuaraan setelah mengikutinya sejak kecil.

sejak sore

Amru mencari informasi nobar di Medan melalui Instagram dan memutuskan datang ke GSG PKK Kota Medan.

pukul 19.00 WIB

Warga mulai memadati GSG PKK Kota Medan untuk nobar final ASEAN Cup 2026 bersama Wali Kota Medan Rico Waas.

Sepanjang 89 menit

Pertandingan Indonesia melawan Thailand berlangsung tegang. Iklas, pemain Thailand bernomor punggung 17, memecah kebuntuan dan membuat skor 1-0.

Dua menit menjelang bubar

Indonesia mendapat peluang kedua yang nyaris menjadi gol, tetapi bola ditangkap kiper Thailand. Amru tetap bersyukur Indonesia menjadi juara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Nonton bareng final ASEAN Cup 2026 di Gedung Serbaguna PKK Kota Medan berlangsung meriah saat Indonesia mengalahkan Thailand 1-0 dan menjadi juara.
  • Who?
    Ratusan warga Medan, termasuk Amru asal Banda Aceh, menghadiri nonton bareng bersama Wali Kota Medan Rico Waas.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna PKK Kota Medan, dengan penonton duduk lesehan di dalam gedung dan sebagian di luar menggunakan kursi plastik serta monitor.
  • When?
    Nonton bareng digelar Senin malam, 5 Oktober 2026, mulai sekitar pukul 19.00 WIB.
  • Why?
    Warga datang untuk menyaksikan final ASEAN Cup 2026 dan mendukung Timnas Indonesia. Amru menemukan informasi kegiatan tersebut melalui Instagram saat mencari lokasi nonton bareng di Medan.
  • How?
    Pemerintah Kota Medan menyediakan layar besar dan monitor. Suasana sempat tegang hingga gol Iklas pada menit ke-89 membawa Thailand unggul 1-0, sementara Indonesia tetap dinyatakan juara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Amru dari Banda Aceh datang sendiri ke Medan untuk nonton bareng final ASEAN Cup. Ia duduk dengan banyak warga dan Wali Kota Rico Waas. Mereka tegang melihat Indonesia melawan Thailand. Lalu semua senang sekali karena Indonesia jadi juara setelah menunggu 20 tahun. Amru berteriak dan berterima kasih kepada tim Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Malam kemenangan itu memperlihatkan bagaimana sebuah ruang publik dapat menjadi tempat perjumpaan yang hangat: Amru yang datang sendiri dari Banda Aceh menemukan kebersamaan dengan ratusan warga, sementara suasana lesehan tanpa batas bersama wali kota memberi ruang bagi kegembiraan yang telah lama dinanti para pendukung Timnas Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Warga Sumatra Utara turut merayakan gelar juara Indonesia di FIFA ASEAN CUP lewat nonton bareng yang digelar pemerintah provinsi Sumatra Utara hingga Pemerintah Kota Medan, Senin (5/10/2026) malam. Nonton bareng gratis digelar di Halaman Kantor Gubernur Sumut hingga Gedung Serbaguna PKK Kota Medan.

Para pecinta sepak bola tanah air larut dalam euforia perayaan gelar juara perdana di turnamen Asia Tenggara resmi FIFA itu.

1. Gedung Serba Guna PKK Kota Medan meledak dengan teriakan suporter

Suasana nobar Indonesia vs Thailand di Gedung Serba Guna PKK Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Biasanya, Gedung Serbaguna PKK kota Medan adalah tempat arisan, pelatihan UMKM, dan rapat ibu-ibu. Namun, Senin (5/10/2026) malam fungsinya semua berubah total. Sejak pukul 19.00 WIB, halaman gedung itu sudah terlihat ramai lampu utama dipadamkan. Satu layar besar menyala. Suara komentator yang jauh tiba-tiba terasa begitu dekat di Medan.

Para penonton pun tampak ada yang masih pakai seragam kerja, ada yang datang berombongan naik sepeda motor. Semua memiliki tujuan yang sama yakni ingin melihat Garuda terbang tinggi di final ASEAN Cup 2026. Di sinilah keunikan nobar versi Pemko Medan ini. Semua para penonton duduk lesehan di gedung bersama Wali Kota Medan Rico Waas tanpa batas, dan sebagain ada yang diluar duduk di kursi plastik dengan monitor yang disediakan.

Dari ratusan warga, salah satunya Amru, sebagai penonton dan suporter Indonesia. "Dari Banda Aceh. Kebetulan lagi ada di sini," ujarnya pelan saat ditanya.

Malam itu, Amru tidak punya rencana nongkrong di kafe. Sejak sore, jarinya sibuk menggeser layar ponsel, mencari satu kata kunci: info nobar di Medan. "Awalnya cari-cari info nobar di Medan, terus cari di Instagram. Dapatnya di sini. Gak tau tempat lain, jadinya di sini aja," katanya.

Ia datang sendiri. Tanpa teman, tanpa rombongan. Hanya berbekal harapan yang sama dengan ratusan orang lain di gedung itu melihat Indonesia juara. Dan harapan itu terjawab pasukan John Herdman malam itu.

Dalam laga pertandingan Indonesia vs Thailand berjalan sangat tegang. Indonesia unggul lebih dulu lewat Dean James. Seketika, gedung itu berubah menjadi stadion. Amru yang tadinya pendiam ikut berdiri dan berteriak.

"Ah, seru. Sangat-sangat seru. Sangat luas. Akhirnya setelah bertahun-tahun gak pernah juara, akhirnya juara juga. Bisa dilihat atmosfernya pas nonton udah gila," kata Amru dengan mata masih berkaca-kaca menatap layar.

Dua menit menjelang bubar, jantung kembali dibuat copot, karena Thailand menyamakan skor lewat Iklas hingga laga berlanjut perpanjangan waktu hingga skor 2-2. Indonesia menjadi pemenang setelah save Emil Audero saat adu penalti membuat Garuda unggul 4-2.

"Pas gol pertama itu senang, tapi setelah itu ya agak kecewa ya pas kembali lagi. Tapi ya gak penting. Yang penting sekarang udah juara," ucapnya sambil tertawa lega.

2. Sejak kecil menanti gelar juara Indonesia

Suasana nobar Indonesia vs Thailand di Gedung Serba Guna PKK Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Bagi Amru, malam ini bukan sekadar nobar. Ini adalah penantian panjang. Awalnya ia memprediksi laga akan ketat, 1-0 atau 2-1. Dan memang seketat itu. Indonesia bahkan harus bermain dengan 10 pemain, tapi tetap bertahan.

"(Performa) lebih bagus daripada sebelumnya. Memang seharusnya lawan sepuluh pemain, seharusnya bisa lebih bagus lagi. Tapi lagi-lagi kita juara. Yang penting juara," tuturnya.

Saat ditanya pesan untuk Timnas, suaranya sedikit tercekat. "Makasih karena akhirnya sudah menjadi juara. Saya dari kecil udah nonton Indonesia. Jadi udah betul-betul gak tau bilang apa lagi. Akhirnya juara. Jadi mau bilang makasih."

Malam itu, Amru tidak punya selebrasi khusus. "Gak ada," katanya singkat. Baginya, bisa berteriak 'juara' bersama ratusan warga Medan di GSG PKK saja sudah lebih dari cukup.

Sementara itu, dari sisi lain, Wali Kota Medan Rico Waas sempat merasakan hal yang sama yaitu deg-degan. "Nobarnya seru sekali, tapi yang terpenting pertandingannya sangat seru. Bisa kita rasakan atmosfer yang menonton juga naik turun, emosinya naik turun. Dan juga kesenangannya dan semangat timnas kita itu rasanya tanpa henti, luar biasa," kata Rico.

"Rasanya roller coaster," tambahnya sambil tersenyum.

Ia berpesan, bakat-bakat pemuda pecinta bola harus lahir dari Medan.

"Tetap semangat terus, kita harus dukung terus persepak bolaan kita. Kami yakin di Kota Medan maupun di Indonesia semuanya memiliki talenta yang sangat luar biasa untuk menjadi jagoan-jagoan kita," tutupnya.

3. Ribuan warga merayakan di Halaman Kantor Gubernur Sumut

Ribuan Warga Meriahkan Nobar Final ASEAN Cup di Kantor Gubernur Sumut (IDN Times/Doni Hermawan)

Sementara itu ribuan warga memadati halaman Kantor Gubernur Sumatra Utara Jalan Diponegoro Medan.Sejak pukul 18.30 WIB, warga mulai datang. Ada yang datang bersama pasangan, teman, dan tak sedikit juga yang membawa anaknya. Panitia menyediakan tiga layar lebar di berbagai sisi. Gubernur Sumut Bobby Nasution juga dijadwalkan ikut dalam gelaran nobar ini. Namun hingga berakhirnya babak pertama dia belum terlihat.

Jalannya laga yang cukup ketat membuat fans Indonesia gregetan. Beberapa kans emas yang tercipta membuat penonton ikut berteriak. Sementara serangan-serangan dari Thailand membuat mereka ikut berdebar.

Khairul Ansor, salah seorang warga mengaku datang untuk merasakan keseruan nonton bareng. Dia berharap Merah Putih meraih gelar juara di turnamen ini.

“Saya sengaja nonton di sini karena ingin merasakan euforianya. Ramai dan pastinya gratis. Mudah-mudahan Indonesia bisa juara kali ini,” kata Ansor.

Sementara warga Labuhanbatu Utara Rahmad Nur Munte juga senang bisa ikut nobar. Dia datang bersama teman-temannya. “Datang sama beberapa teman tadi. Biasanya nonton di warkop, sekarang penginnya bisa merayakan bareng kalau Indonesia juara,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article