Suasana nobar Indonesia vs Thailand di Gedung Serba Guna PKK Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Biasanya, Gedung Serbaguna PKK kota Medan adalah tempat arisan, pelatihan UMKM, dan rapat ibu-ibu. Namun, Senin (5/10/2026) malam fungsinya semua berubah total. Sejak pukul 19.00 WIB, halaman gedung itu sudah terlihat ramai lampu utama dipadamkan. Satu layar besar menyala. Suara komentator yang jauh tiba-tiba terasa begitu dekat di Medan.
Para penonton pun tampak ada yang masih pakai seragam kerja, ada yang datang berombongan naik sepeda motor. Semua memiliki tujuan yang sama yakni ingin melihat Garuda terbang tinggi di final ASEAN Cup 2026. Di sinilah keunikan nobar versi Pemko Medan ini. Semua para penonton duduk lesehan di gedung bersama Wali Kota Medan Rico Waas tanpa batas, dan sebagain ada yang diluar duduk di kursi plastik dengan monitor yang disediakan.
Dari ratusan warga, salah satunya Amru, sebagai penonton dan suporter Indonesia. "Dari Banda Aceh. Kebetulan lagi ada di sini," ujarnya pelan saat ditanya.
Malam itu, Amru tidak punya rencana nongkrong di kafe. Sejak sore, jarinya sibuk menggeser layar ponsel, mencari satu kata kunci: info nobar di Medan. "Awalnya cari-cari info nobar di Medan, terus cari di Instagram. Dapatnya di sini. Gak tau tempat lain, jadinya di sini aja," katanya.
Ia datang sendiri. Tanpa teman, tanpa rombongan. Hanya berbekal harapan yang sama dengan ratusan orang lain di gedung itu melihat Indonesia juara. Dan harapan itu terjawab pasukan John Herdman malam itu.
Dalam laga pertandingan Indonesia vs Thailand berjalan sangat tegang. Indonesia unggul lebih dulu lewat Dean James. Seketika, gedung itu berubah menjadi stadion. Amru yang tadinya pendiam ikut berdiri dan berteriak.
"Ah, seru. Sangat-sangat seru. Sangat luas. Akhirnya setelah bertahun-tahun gak pernah juara, akhirnya juara juga. Bisa dilihat atmosfernya pas nonton udah gila," kata Amru dengan mata masih berkaca-kaca menatap layar.
Dua menit menjelang bubar, jantung kembali dibuat copot, karena Thailand menyamakan skor lewat Iklas hingga laga berlanjut perpanjangan waktu hingga skor 2-2. Indonesia menjadi pemenang setelah save Emil Audero saat adu penalti membuat Garuda unggul 4-2.
"Pas gol pertama itu senang, tapi setelah itu ya agak kecewa ya pas kembali lagi. Tapi ya gak penting. Yang penting sekarang udah juara," ucapnya sambil tertawa lega.