Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kebakaran di SMPN 4 Balige, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya
Ilustrasi Kebakaran (IDN Times/Mardya Shakti)
  • Kebakaran melanda SMPN 4 Balige pada Jumat sore, menghanguskan empat ruang kelas dan satu kantin dengan total kerugian sekitar Rp200 juta.
  • Saksi mata menyebut api pertama kali terlihat dari kepulan asap sekitar pukul 15.20 WIB, setelah sebelumnya sekolah dalam kondisi aman.
  • Empat unit mobil pemadam dikerahkan dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB, sementara polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Toba, IDN Times - Kebakaran melanda Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (27/3/2026) sore. Empat ruang kelas dan satu kantin hangus dilalap api.

Total kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta. Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

1. Kebakaran terjadi sore hari, empat kelas dan kantin hangus

Ilustrasi kebakaran. (FOTO: IDN Times/ Agung Sedana)

Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 15.20 WIB di lingkungan SMPN 4 Balige yang berada di Desa Hinalang Bagasan, Kecamatan Balige. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan empat.

“Yang terbakar kelas 7-A, 7-B, 7-C, 7-F, dan 1 unit kantin milik Andi Jonson Siahaan (55) yang berada di SMPN 4 Balige. Total kerugian mencapai sekitar Rp200.000.000,” tulis Kasi Humas Polres Toba Ipda Khairuddin, Sabtu (28/3/2026).

2. Saksi mata ungkap kronologi, api diketahui dari kepulan asap

ilustrasi kebakaran di gedung apartemen (unsplash.com/Lai Man Nung)

Ipda Khairuddin menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 15.30 WIB terkait kebakaran tersebut. Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk memastikan situasi.

Saksi Supriatno Siahaan (39), yang merupakan penjaga sekolah, menyebutkan bahwa dirinya sempat meninggalkan sekolah sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi aman. “Sebelum meninggalkan sekolah, situasi sekolah dalam keadaan baik,” ujarnya.

Ia kemudian mendapat kabar dari istrinya sekitar pukul 15.20 WIB bahwa terjadi kebakaran, dan langsung kembali ke lokasi.

3. Damkar turunkan 4 unit mobil, api padam sekitar pukul 17.00 WIB

ilustrasi kebakaran (pexels.com/Mauricio K)

Saksi lainnya, Sarwoedy Siahaan (35), mengaku pertama kali melihat kepulan asap dari arah sekolah saat berada di tempat kerjanya. Ia kemudian mendatangi lokasi dan mendapati api sudah membesar.

Melihat kejadian tersebut, Sarwoedy segera menghubungi pemadam kebakaran. Petugas damkar kemudian menurunkan empat unit mobil pemadam untuk menjinakkan api. Setelah upaya pemadaman dari berbagai sisi, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut.

Editorial Team