Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
-
Mesin judi yang diamankan dari barak Jermal (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Intinya sih...

  • Ada 62 tersangka ditangkap dengan barang bukti 85 unit mesin judi

  • Kapolrestabes Medan ungkap kartel judi terbesar di Medan, tiap barak punya penjagaan ketat

  • Omzet yang didapat bandar bisa Rp9 juta perbulan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Polrestabes Medan menangkap puluhan tersangka yang terlibat dalam kasus perjudian. Mereka diringkus beserta barang bukti yang cukup banyak, di antaranya ialah 89 unit mesin judi!

Pengungkapan ini paling banyak dilakukan di kawasan yang terkenal sebagai "kartel narkoba" terbesar di Kota Medan, yakni Jermal. Menariknya, barak judi yang dikelola para pelaku ini memiliki pos penjagaan yang super ketat dilengkapi dengan teknologi drone dan walkie talkie untuk memantau situasi di luar barak. Semua ini dikendalikan oleh karyawan yang dengan sengaja direkrut sang bandar judi. 

1. Ada 62 tersangka yang ditangkap dengan barang bukti 85 unit mesin judi

Foto para tersangka ditahan di Polrestabes Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, membenarkan penangkapan yang dilakukan oleh Unit Pidum ini. Mereka menangkap puluhan tersangka dari 33 kasus yang sama, yakni perjudian.

"Setidaknya ada 33 kasus perjudian yang telah diungkap, dan ada 62 tersangka yang telah ditangkap. 33 kasus tersebut kita klasifikasi menjadi tiga bagian atau tiga modus operandi. Yang pertama adalah perjudian dengan menggunakan mekanisme judi online. Yang kedua adalah perjudian mesin darat. Yang ketiga adalah perjudian togel. Di dalam 33 kasus dan 62 tersangka," kata Calvijn, Sabtu (14/2/2026) sore.

Sebanyak 33 kasus itu diungkap dalam kurun waktu 100 hari. Di antaranya judi online ada 18 kasus dengan 22 tersangka, judi mesin darat ada 99 kasus 31 tersangka, hingga untuk judi togel ada 6 kasus dengan 9 tersangka.

"Untuk judi online, secara keseluruhan para tersangka menggunakan device berbentuk handphone atau device lainnya, milik pribadi atau yang disiapkan oleh bandar di tempat-tempat tertentu. Kemudian untuk mesin darat, pertama mereka pakai judi tembak ikan, kemudian judi dingdong, dan yang ketiga adalah judi jackpot. Secara keseluruhan terkait dengan mesin darat ini, proses yang sedang disidik itu sebanyak 26 unit. Namun demikian, ada 59 unit yang ditemukan pada saat kegiatan rutin saat penggerebekan kampung-kampung ataupun penggerebekan barang-barang narkoba dan perjudian. Jadi, secara total untuk mesin judi darat ada 85 unit," lanjut Calvijn.

2. Kapolrestabes ungkap kartel judi terbesar di Medan, tiap barak punya penjagaan ketat

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Temuan mesin-mesin judi darat ini paling banyak ditemukan di kawasan Jermal. Bagi Calvijn, Jermal merupakan lokasi yang paling marak terjadi tindak pidana perjudian hingga narkotika.

"Kita tahu bahwa kawasan Jermal merupakan kartel perjudian dan narkoba terbesar di wilayah hukum Polrestabes Medan. Fokus kita akan mengubah kawasan Jermal ini untuk menjadi kawasan hijau," beber Calvijn.

Aksi perjudian di barak-barak tertentu disebut Kapolrestabes Medan selalu beririsan dengan tindak pidana narkotika. Di sana ada barak judi, pasti ada peredaran narkoba.

Di Jermal, pihaknya turut mengamankan barang bukti seperti 404 koin jackpot, buku catatan, kalkulator, dan alat-alat lainnya. Mereka yang ditangkap juga berstatus sebagai bandar judi hingga ada yang sebagai "penjaga koin".

"Jermal itu lokasi itu sangat terisolir. Dari sekian kawasan Jermal, awal proses masuknya itu memiliki sekat-sekat. Pada saat penyekatan, itu juga diawasi oleh pengawas dan pengaman dengan menggunakan handy talky (HT). Dan hasil tangkapan juga ditemui adanya drone yang mengawasi, sehingga ini menyulitkan petugas di situ. Ada satu tempat hasil proses penyelidikan, sekurangnya ada 300 orang bermain di sana dalam satu hari," ujar Calvijn.

3. Omzet yang didapat bandar bisa Rp9 juta perbulan

Mesin judi yang diamankan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, tak urung menerangkan bagaimana barak judi ini bekerja. Pemilik tempat perjudian bahkan telah mempunyai operator, pengawas, hingga perangkat yang disiapkan mirip warung internet.

"Ada komputer untuk menyimpan chip atau database-nya mereka, kemudian sarana prasarananya handphone. Handphone tersebut sudah diinstal situsnya. Sehingga masyarakat pada saat mereka bermain tidak menggunakan handphone pribadi. Makanya kesempatan-kesempatan inilah dimanfaatkan oleh masyarakat, karena memang pengusaha pandai melihat situasi ekonomi masyarakat yang tidak semua punya handphone," jelas Bayu.

Mereka yang menggelar barak judi tentu mendapatkan omzet. Bahkan per bulannya minimal keuntungan bersih dapat mencapai Rp9 juta.

"Sementara omzet untuk pemilik usaha atau penjual chip judi online, per hari Rp300 ribu. Jadi, sebulan bisa sekitar Rp9 juta. Kemudian untuk yang judi online, pengawas konvensionalnya per hari dapat Rp70 ribu. Sehingga per bulan mendapatkan keuntungan Rp2 juta. Ini terkait omzet yang didapat," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team