Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Karhutla (IDN Times/Arifin Al Alamudi)
Ilustrasi Karhutla (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Intinya sih...

  • Upaya pemadaman karhutla dilakukan secara terpadu di Riau

  • Pemadaman masih berlangsung di Pelalawan dan Aceh Barat

  • Tingkat kepercayaan hotspot meningkat, patroli pencegahan diperkuat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Memasuki awal 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat di sejumlah wilayah Sumatra. Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra, Ditjen Gakkumhut, melakukan pemadaman intensif di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Riau seiring meningkatnya titik panas dan potensi kekeringan musim kemarau.

Sejumlah daerah bahkan telah ditetapkan sebagai wilayah rawan karhutla, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, hingga sebagian wilayah Sumatera Selatan.

1. Sejumlah Titik Karhutla dipadamkan di Riau

Ilustrasi karhutla (Dok: Manggala Agni)

Upaya pemadaman yang dilakukan secara terpadu. Karhutla seluas 4,5 hektare di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, dipadamkan, Minggu (25/1/2026).

Selain itu, kebakaran lahan seluas 2 hektare di Desa Bunsur, Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, Riau, juga dinyatakan padam. Pemadaman dilakukan melalui kolaborasi Manggala Agni dan berbagai unsur terkait di lapangan.

Meski demikian, sejumlah titik api masih memerlukan penanganan lanjutan karena kondisi medan dan cuaca yang menantang.

2. Pemadaman masih Berlangsung di Pelalawan dan Aceh Barat

(Ilustrasi Karhutla) ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Hingga kini, tim Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama Satgas Karhutla Kabupaten Pelalawan masih berjibaku memadamkan kebakaran di Kelurahan Teluk Meranti dan Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Di wilayah Aceh, pemadaman juga terus dilakukan oleh tim Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit bersama BPBD Aceh Barat dan KPH Wilayah IV Aceh Barat di Desa Suak Raya dan Desa Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Selain itu, tim Manggala Agni Daops Sumatera II/Pematang Siantar dan Sumatera III/Labuhan Batu tengah bergerak menuju lokasi kebakaran di Panai Tengah, Kabupaten Labuhan Batu, serta Nagori Sibaganding, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

3. Titik panas meningkat, patroli pencegahan diperkuat

Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyebutkan bahwa peningkatan kerawanan karhutla dipicu oleh menurunnya tinggi muka air tanah dan meluasnya sebaran hotspot di berbagai daerah Sumatera.

“Untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan saat ini sudah dimulai operasi patroli pencegahan di Riau. Patroli ini digunakan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi sehingga informasi lapangan terutama dari masyarakat akan lebih cepat sehingga mempercepat respon apabila ada kejadian. Kemudian untuk cek kondisi bahan bakaran, potensi sumber air dan isu terkait karhutla di masyarakat,” ujar Ferdian dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Ia menambahkan, pemantauan tinggi muka air tanah dari Simatag Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan beberapa wilayah di Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Jambi telah berada pada level rawan hingga berbahaya. Sementara itu, pemantauan hotspot harian dan Fire Danger Rating System (FDRS) BMKG juga menunjukkan peningkatan kerawanan yang hampir merata di Sumatera.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) untuk tetap waspada meski kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir umumnya cerah berawan. BMKG mencatat adanya puluhan titik panas atau hotspot yang terpantau di sejumlah wilayah di Sumut.

Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Defri Mandoza, menyebut hotspot tersebut memiliki tingkat kepercayaan menengah dan perlu menjadi perhatian bersama, terutama di tengah cuaca yang relatif kering di beberapa daerah.

BMKG mencatat sebanyak 80 titik hotspot terpantau sejak 24 Januari 2026 di berbagai wilayah Sumatera Utara. Titik panas tersebut tersebar di Dairi, Humbang Hasundutan (Humbahas), Karo, Mandailing Natal (Madina), Nias Selatan (Nisel), Nias Utara, Padang Lawas Utara (Paluta), Pakpak Bharat, Simalungun, Samosir, Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Toba.

Editorial Team