Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Kabel Semrawut di DKI Jakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
ilustrasi Kabel Semrawut di DKI Jakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Medan, IDN Times – Penataan estetika kota menjadi fokus utama Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. Bobby secara khusus menyoroti kondisi infrastruktur perkotaan di Sumut yang dinilai masih jauh dari kata rapi.

Keberadaan kabel utilitas yang semrawut dan tumpang tindih di ruang publik jadi pembahasan. Bobby menegaskan bahwa penataan kota bukan sekadar urusan keindahan, melainkan berkaitan erat dengan keamanan warga serta daya tarik investasi dan pariwisata. Menurut dia, pembenahan kabel komunikasi, internet, hingga listrik yang bergelantungan tak beraturan kini menjadi prioritas.

“Kabel-kabel komunikasi, internet, listrik yang masih semerawut, koordinasikan dengan pihak terkait. Penerangan jalan, mungkin anggaran bapak/ibu tidak cukup, saran saya KPBU saja,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2/2026).

1. Penataan kabel masuk dalam 7 persoalan tata kota

Petugas DPUPR Kota Depok saat menertibkan kabel semrawut di Jalan Raya Tole Iskandar, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky)

Penataan kabel utilitas dan penerangan jalan menduduki posisi krusial dalam tujuh persoalan tata kota yang dipetakan oleh Bobby. Selain masalah kabel, isu lain yang menuntut penanganan serius meliputi pengelolaan sampah, kawasan kumuh, reklamasi liar, trotoar, reklame/billboard, hingga sistem drainase.

Bobby meminta para kepala daerah untuk tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan aktif melakukan koordinasi lintas instansi dengan penyedia jasa layanan utilitas.

Tujuannya agar penataan kabel bawah tanah maupun pengaturan tiang tumpu tidak semakin merusak estetika kota dan mengganggu mobilitas pejalan kaki.

2. Dorong inovasi pembiayaan lewat skema KPBU

ilustrasi papan iklan (unsplash.com/Negative Space)

Menanggapi keluhan klasik mengenai keterbatasan anggaran daerah untuk membenahi infrastruktur kelistrikan dan penerangan, Bobby memberikan solusi konkret melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Menurutnya, pengadaan lampu jalan yang modern hingga pengelolaan limbah bisa dijalankan tanpa harus membebani penuh APBD.

“Penerangan jalan, mungkin anggaran bapak/ibu tidak cukup, saran saya KPBU saja, seperti lampu, pengelolaan sampah itu bisa, kalo anggaran terlalu minim kita bantu,” lanjut Bobby.

Menantu Presiden ketujuh Joko ‘Jokowi’ Widodo itu, mendorong daerah untuk lebih kreatif mencari mitra strategis agar proyek penataan kota dapat berjalan lebih cepat tanpa hambatan biaya.

3. Regulasi soal papan iklan juga disorot

Papan reklame roboh di Jalan Williem Iskandar (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Selain masalah kabel, Bobby juga menyoroti papan reklame yang sering menumpuk di satu lokasi sehingga menciptakan kesan kumuh. Ia meminta pemerintah daerah memperketat regulasi penempatan billboard agar tata letaknya lebih teratur. Tidak hanya itu, Bobby juga mengajak sinergi dari ASN, TNI, dan Polri untuk menjaga hasil penataan tersebut.

Bobby menekankan pentingnya pembentukan badan pengelola khusus di kawasan wisata agar aspek pemeliharaan dan kebersihan tetap terjaga secara berkelanjutan.

Editorial Team