Aceh Tamiang, IDN Times - Warga masih menggunakan perahu untuk menyeberang Sungai Tamiang di perbatasan Kecamatan Sekerak dengan Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Jembatan penghubung Lubuk Sidup ke Kampung Aras Sembilan tersebut putus akibat banjir bandang pada Rabu (26/11/2025).
Pantauan IDN Times pada Jumat (16/1/2026), warga tampak mengantre untuk menyeberang dengan perahu, sementara beberapa di antaranya membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari.
Kejadian banjir yang mengakibatkan putusnya jembatan ini juga mengganggu aktivitas perekonomian dan transportasi masyarakat setempat.
"Terpaksa harus lewat sini karena lebih dekat," kata salah seorang warga Pengidam, Has, kepada IDN Times.
Has mengaku lebih memilih menggunakan jasa penyeberangan memakai perahu motor untuk ke Kualasimpang karena lebih dekat dibandingkan harus melalui jalan lintas nasional.
Sebab, kata dia, bila melalui Jalan Medan Banda Aceh dari Pengidam ke Kualasimpang memakan waktu dua hingga tiga jam. Ditambah lagi, lewat jalan tersebut banyak debu pascabanjir bandang. Sementara itu, bila menggunakan jalan hanya membutuhkan waktu lebih kurang satu jam untuk sampai ke Kualasimpang sebelum jembatan putus.
"Lebih dekat saja kalau lewat sini daripada lewat Semadam," ujarnya.
Sementara itu, Has berharap agar akses transportasi dapat segera pulih untuk memudahkan mobilitas warga.
Untuk diketahui, biaya penyeberangan menggunakan perahu motor dikenakan biaya Rp 15.000 per sekali melintas. Perahu yang beroperasi sejak sepekan bencana tersebut mulai beraktivitas mulai pukul 08.00 sampai pukul 20.00 WIB.
