Medan, IDN Times- Warga Muhammadiyah di Kota Medan mulai melakukan ibadah salat tarawih pada Selasa (17/2/2026) malam. Seperti di Masjid Taqwa Jalan Sutomo Ujung Gang A, puluhan jemaah memadati masjid.
Meski hujan sempat turun usai salat Isya, namun tak menyurutkan niat jemaah untuk datang ke masjid. Iqbal, salah satu jemaah mengatakan, dirinya akan berpuasa pada 18 Februari besok. Lebih cepat sehari dari yang diterapkan pemerintah. Baginya perbedaan bukan hal yang patut dipermasalahkan.
"Puasa ikut Muhammadiyah. Setiap tahun seperti itu. Ya kalau beda puasa gak masalah, sudah sering seperti ini," kata Iqbal.
Senada dengan Iqbal, Annisa, jemaah lainnya juga akan berpuasa mengikuti keputusan dari Muhammadiyah. "Gak apa-apa puasa beda, mudah-mudahan 1 syawal nanti tidak berbeda," kata Annisa.
Diketahui Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026 melalui maklumatnya. Hal ini sudah ditetapkan sejak 22 September 2025.
Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhamad Rofiq Muzakkir menjelaskan, parameter Kalender Global yang pertama hasil dari Kongres Penyatuan Kalender Islam di Turki 2016, tinggi 5 derajat dan elongasi 8 derajat terpenuhi di wilayah Alaska.
"Prinsip Wujudul Hilal tetap bisa digunakan sebagai argumen penguat (corroborating evidence) bahwa hilal secara fisik memang sudah ada (eksis) di langit, meskipun belum tentu bisa dilihat mata di semua tempat," kata M Rofiq dikutip dari Suara Muhammadiyah.
