Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jelang Lebaran, Takbir Keliling Aceh Tamiang Digelar Sederhana
Sejumlah umat muslim membawa lampion saat takbiran keliling melalui jalan-jalan protokol di Ampenan, Mataram, NTB, Jumat (21/4/2023). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/hp.)

Aceh Tamiang, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang tetap melaksanakan takbiran malam Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Namun, pelaksanaan tahun ini dikonsep lebih sederhana dengan rute yang lebih pendek.

Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang, Muhammad Farij, mengatakan kebijakan tersebut telah diatur melalui surat edaran bupati.

“Takbiran dilakukan di masjid-masjid yang ada di kampung,” kata Farij, Jumat (20/3/2026).

Dia menyampaikan tradisi takbir keliling tetap dilaksanakan sebagai bagian dari budaya masyarakat Aceh Tamiang. Namun, kegiatan itu tidak lagi disertai perlombaan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Farij, takbir keliling hanya dilakukan secara simbolis dengan menggunakan satu mobil, sementara masyarakat tetap dapat mengikuti secara langsung.

Rute takbiran juga dibatasi, dimulai dari Kantor Bupati Aceh Tamiang hingga Kampung Kebun Tengah di Kecamatan Kualasimpang.

Padahal sebelumnya, takbir keliling biasanya menempuh rute lebih panjang, yakni dari Kantor Bupati Aceh Tamiang menuju Kualasimpang, Rantau, Opak, dan kembali ke kantor bupati.

"Rute yang ada kali ini lebih pendek," ujarnya.

Selain itu, Pemkab Aceh Tamiang juga menetapkan pelaksanaan Salat Idulfitri akan dipusatkan di halaman Pendopo Bupati Aceh Tamiang.

Untuk imam salat Idulfitri, pemerintah menunjuk Muhammad Rafiq Al, seorang hafidz asal Kecamatan Rantau. Sementara khatib akan diisi oleh Bachtiar Nasir dari Jakarta.

Farij menambahkan, pengaturan ini dilakukan agar pelaksanaan malam takbiran dan Salat Idulfitri tetap berlangsung khidmat, tertib, dan sesuai dengan kondisi daerah.

Editorial Team