Dari turbin air ke tungku peleburan, tidak hanya cerita soal produksi dan profit. Ada lingkungan dan ekosistem yang wajib dijaga hingga kehidupan masyarakat ikut tumbuh dan berdaya bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Empat PROPER Emas dan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) selama empat tahun terakhir menjadi ganjaran dari konsistensi anggota MIND ID itu dalam memenuhi standar kepatuhan untuk aspek lingkungan, sosial dan tata kelola sesuai konsep ESG (Environmental, Social, and Governance).
PROPER adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup melalui sistem peringkat warna. Instrumen ini mendorong dunia industri untuk melampaui kepatuhan (beyond compliance). Emas menjadi peringkat tertinggi yang berarti perusahaan memiliki kinerja lingkungan yan unggul dan melampaui ekspektasi alam keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Sementara hijau menjadi penanda perusahaan memenuhi standar lingkungan yang berlaku.
Inalum meraih PROPER Emas empat kali beruntun untuk pabrik peleburan Kuala Tanjung pada 2022, 2024, 2025, serta operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Paritohan pada 2023. Sementara PROPER Hijau untuk operasional PLTA pada 2022, 2024, dan 2025 serta Pabrik Peleburan pada 2023.
PROPER ibarat rapor, dan nilai yang bagus merupakan buah dari kemampuan Inalum melewati ujian mematuhi standar yang ditetapkan. Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan, perusahaan terus berupaya untuk menerapkan prinsip ESG yang tepat. Tidak hanya memikirkan profit dan produksi, namun ada berkontribusi untuk lingkungan sekitar.
"Inalum berkomitmen menjalankan industri peleburan aluminium berkelanjutan melalui modernisasi teknologi, efisiensi energi, dan penguatan rantai pasok. Upaya ini merupakan bagian yang dari penerapan industri hijau yang peduli dengan masyarakat. Bersama pemangku kepentingan kami berkomitmen memberikan kontribusi yang berkelanjutan untuk masyarakat,” kata Melati dalam keterangan tertulisnya.
