Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Istana Darul Arif, Jejak Kejayaan Kesultanan Serdang di Perbaungan
Replika Istana Darul Arif Serdang Bedagai (dok. Website Pariwisata Sumut)
  • Istana Darul Arif dibangun tahun 1886 oleh Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah sebagai simbol kemandirian Kesultanan Serdang setelah lepas dari Deli, dan menjadi saksi kejayaan kerajaan hingga 1946.
  • Bangunan bercat kuning ini memadukan arsitektur Melayu dan Eropa, memiliki dua lantai dengan fungsi berbeda serta tetap mempertahankan identitas budaya pesisir meski dibangun di era kolonial.
  • Meski banyak peninggalan hilang, istana kini berstatus Cagar Budaya Serdang Bedagai dan rutin menggelar Festival Melayu Serdang untuk melestarikan sejarah serta memperkenalkan budaya lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1632

Kesultanan Serdang mulai berdiri setelah terjadi perebutan kekuasaan di keluarga Kesultanan Deli.

1723

Tuanku Umar Johan Alam Shah mulai menjabat sebagai pimpinan pertama Kesultanan Serdang.

1886

Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah membangun Istana Darul Arif sebagai kediaman resmi Kesultanan Serdang.

1888

Istana Maimun didirikan oleh Kesultanan Deli di Kota Medan dan berstatus museum terbuka untuk umum.

1889 hingga 1946

Istana Darul Arif difungsikan sebagai tempat kediaman keluarga Kesultanan Serdang.

1946

Saat Revolusi Sosial, Istana Darul Arif dijarah dan banyak benda pusaka hilang. Pada tahun yang sama, Sultan Sulaiman meleburkan Kesultanan Serdang ke dalam Indonesia setelah berembuk dengan pihak TRI.

1947

Sultan terakhir, Tuanku Umar Abdul Aziz, wafat setahun setelah peristiwa Revolusi Sosial.

2001 sampai sekarang

Tuanku Luckman Sinar Baharshah II menjabat sebagai raja atau sultan Kesultanan Serdang Bedagai.

kini

Istana Darul Arif berstatus Cagar Budaya Kabupaten Serdang Bedagai dan menjadi lokasi Festival Melayu Serdang setiap tahun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Istana Darul Arif merupakan bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Serdang yang kini menjadi cagar budaya dan simbol kejayaan masa lalu kerajaan Melayu di pesisir timur Sumatera.
  • Who?
    Istana ini dibangun oleh Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah, Sultan Serdang ke-4, dan kini dikelola oleh ahli waris Kesultanan Serdang di bawah kepemimpinan Tuanku Luckman Sinar Baharshah II.
  • Where?
    Bangunan berada di Jalan Istana Nomor 1, Kelurahan Galuh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
  • When?
    Pembangunan dimulai pada tahun 1886 Masehi dan difungsikan sebagai kediaman keluarga kesultanan hingga tahun 1946. Kini berstatus cagar budaya daerah.
  • Why?
    Sultan membangun istana ini sebagai simbol kemandirian Kesultanan Serdang setelah lepas dari Deli serta pusat kebijaksanaan pemerintahan kerajaan Melayu setempat.
  • How?
    Dibangun dua lantai dengan arsitektur perpaduan gaya Melayu dan Eropa; warna kuning khas Melayu mendominasi. Kini dijaga ahli waris dan digunakan untuk kegiatan budaya tahunan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dulu ada istana namanya Istana Darul Arif di Perbaungan. Istana itu dibuat oleh Sultan Sulaiman lama sekali, buat tempat raja dan keluarganya tinggal. Warnanya kuning dan cantik banget. Sekarang istananya cuma replika, tapi masih berdiri bagus. Di sana kadang ada acara adat dan orang datang lihat sejarah kerajaan Serdang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meski kini hanya berupa replika, Istana Darul Arif tetap memancarkan kebanggaan budaya Melayu Serdang melalui arsitekturnya yang anggun dan warna kuning khasnya. Statusnya sebagai cagar budaya serta penyelenggaraan Festival Melayu Serdang setiap tahun menunjukkan semangat pelestarian sejarah lokal yang hidup, menjaga jejak kebijaksanaan dan kejayaan masa lalu agar terus dikenal generasi kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Sejarah kerajaan kesultanan Istana Darul Arif, memiliki cerita menarik. Berada di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), tepatnya di Komplek Kantor Bupati Serdang Bedagai (Sergei). Bangunan ini difungsikan sebagai tempat kediaman oleh keluarga Kesultanan Serdang dari tahun 1889 hingga 1946.

Dahulunya, didirikan di daerah Desa Kota Galuh. Namun, banyak yang salah kaprah mengenai Istana Darul Arif Serdang Bedagai, hanya sedikit orang yang mengetahui jika bangunan berbentuk rumah panggung dan berwarna kuning tersebut bukanlah bangunan yang asli, tetapi hanya replika istana Kesultanan Serdang semata.

Di Istana ini sayangnya, tidak banyak benda peninggalan terkait sejarah Kesultanan Negeri Serdang yang terselamatkan. Hanya tersisa Masjid Sulaimaniyah di Perbaungan, makam kesultanan, kawasan simpang tiga dan dua buah kolam ikan. Meskipun replika, kini di tengah hiruk pikuk Kota Perbaungan, Serdang Bedagai, berdiri anggun sebuah bangunan bercat kuning: Istana Darul Arif.

Dalam sejarahnya, istana ini pada jamannya menjadi saksi bisu kejayaan Kesultanan Serdang, pecahan dari Kesultanan Deli yang pernah berjaya di pesisir timur Sumatera.

Berikut IDN Times rangkum jejak sejarah dari Istana Darul Arif.

1. Dibangun Sultan bijak tahun 1886

Replika Istana Darul Arif Serdang Bedagai (dok. Website Pariwisata Sumut)

Istana Darul Arif dibangun pada 1886 Masehi oleh Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah, Sultan Serdang ke-4. Nama “Darul Arif” artinya “Rumah Orang yang Bijak”, mencerminkan harapan sang sultan agar istana jadi pusat kebijaksanaan.

Sebelumnya, pusat pemerintahan Kesultanan Serdang hanya berupa istana kayu sederhana. Sultan Sulaiman membangun istana permanen dari batu bata sebagai simbol kemandirian Serdang setelah lepas dari Deli. Sayangnya, saat Revolusi Sosial 1946, istana ini dijarah dan banyak benda pusaka hilang. Sultan terakhir, Tuanku Umar Abdul Aziz, wafat setahun setelahnya.

Pada jamannya, Kesultanan ini mulai berdiri sejak tahun 1632 setelah terjadi perebutan kekuasaan yang muncul di tengah keluarga Kesultanan Deli. Adapun pimpinan pertamanya ialah Tuanku Umar Johan Alam Shah yang mulai menjabat pada 1723.

Kerajaan ini semakin terkenal tatkala Sultan ke-3, yakni Thaf Sinar Basyar Shah, anak dari Sultan Sultan Ainan Johan Alamsyah menjabat. Dalam kurun waktu kepemimpinannya, Kesultanan Serdang disegani oleh banyak kerajaan baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri.

Kekuasaan kesultanan mulai berubah paska kemerdekaan Indonesia. Kala itu, Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah resmi menyatu dan melebur dengan Indonesia. Tepatnya pada tahun 1946 setelah utusan kesultanan berembuk dengan pihak TRI.

Melebur bukan berarti Kesultanan Serdang hilang begitu saja. Hingga sekarang, kesultanan di Kabupaten Serdang Bedagai ini tetap bertahan meskipun perannya tidak sama seperti dahulu lagi. Sejak tahun 2001 sampai sekarang, Tuanku Luckman Sinar Baharshah II berperan sebagai raja/sultan.

2. Arsitektur dengan ciri khas kuning Melayu berpadu gaya eropa

Istana Darul Arif (Dok. Backpacksejarah)

Dari kejauhan, warna kuning khas Melayu Serdang langsung jadi penanda. Bangunannya 2 lantai dengan ciri khas:

  • Lantai 1: Balairung luas tempat sultan menerima tamu kerajaan & menggelar musyawarah. Tiang-tiang besar penyangga bergaya Eropa.

  • Lantai 2: Ruang pribadi keluarga sultan. Jendela-jendelanya tinggi dengan ukiran Melayu.

  • Halamannya memiliki Balai Kerapatan untuk sidang adat dan sumur tua yang masih dipakai.

Meski dibangun di era kolonial, bentuk atap, ukiran, dan ornamennya tetap mempertahankan identitas Melayu pesisir.

3. Sisa kejayaan yang tersisa

Istana Sultan Arif Serdang Bedagai (dok. Website Pariwisata Sumut)

Walau banyak koleksi hilang pasca 1946, beberapa peninggalan masih dijaga ahli waris:

- Singgasana sultan

- Foto-foto Sultan Serdang dari masa ke masa

- Meriam lela di halaman

- Peralatan adat tepung tawar & keris kerajaan

Di belakang istana, terdapat kompleks makam Sultan Sulaiman dan raja-raja Serdang yang jadi tempat ziarah tiap Jumat.

4. Istana Darul Arif vs Istana Maimun

Istana Maimun (IDN Times/Prayugo Utomo)

Banyak yang mengira ini “kembaran” Istana Maimun. Berikut perbedaannya:Istana Darul Arif, kerajaannya adalah Kesultanan Serdang yang berlokasi di Perbaungan, Serdang Bedagai dibangun pada tahun 1986 dan memiliki status rumah ahli waris. Sedangkan Istana Maimun merupakan Kerajaan Kesultanan Deli yang berlokasi di Kota Medan, didirikan pada tahun 1888 berstatus Museum yang dibuka untuk umum.

Keduanya memang mirip karena Serdang lahir dari rahim Deli. Tuanku Umar, Sultan Serdang pertama, adalah adik Raja Deli.

5. Tips untuk berkunjung ke Istana Darul Arif

Istana Sultan Arif Serdang Bedagai (dok. Website Pariwisata Sumut)

Istana Darul Arif ini tepatnya berlokasi di jalan Istana nomor 1, Kelurahan Galuh, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai.

Jaraknya dari Medan: ±1 jam via Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi.

Nah, berikut ini tips untuk berkunjung ke Istana Darul Arif.

  • Ijin dulu: Istana ini masih jadi rumah ahli waris. Hubungi juru kunci sebelum datang.

  • Tidak ada tiket: Cukup beri uang kebersihan seikhlasnya ke penjaga.

  • Etika: Pakai baju sopan, minta ijin sebelum foto bagian dalam, jangan masuk area privat.

  • Waktu terbaik: Pagi hari. Sore kadang dipakai untuk acara adat.

  • Upaya Pelestarian

Kini Istana Darul Arif berstatus Cagar Budaya Kabupaten Serdang Bedagai. Setiap tahun digelar Festival Melayu Serdang di halaman istana untuk mengenalkan sejarah &ldan budaya lokal ke generasi muda.

Istana Darul Arif bukan sekadar bangunan tua. Ia adalah identitas orang Melayu Serdang, pengingat bahwa di tanah ini pernah berdiri kerajaan yang arif, bijak, dan disegani.

Jadi, kalau ke Perbaungan, jangan cuma lewat. Mampirlah ke Darul Arif. Di sanalah sejarah Serdang bernapas.

Editorial Team