Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260216-WA0025(1).jpg
Gedung SMK Negeri 6 Medan (Dok. Istimewa)

Medan, IDN Times - Dalam rangka memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SMK Negeri 6 Medan mengadakan program pendidikan agama Islam yaitu pesantren kilat. Kegiatan ini menjadi program rutin yang dilakukan di sekolah selama 3 hari di bulan Ramadan, tepatnya pada tanggal 29 Februari 2026, hari ke 9 Ramadan sesuai dengan kalender pendidikan. Kegiatan pesantren kilat ini dilaksanakan setelah KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) selesai.

‎"Kita upayakan KBM selesai seperti biasa barulah kita laksanakan pesantren kilat dan kita sudah izin ke Kepala sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum untuk melaksanakan kegiatan ini," ujar Ikhwan Habibi sebagai Guru Agama Islam SMK Negeri 6 Medan, mewakili Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Medan Hervina di ruang Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Medan Jalan Jambi Medan.

1. Adanya tradisi punggahan bulan suci Ramadan

Punggahan di Dusun Candimas Sabtu malam (9/3/2024). (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

‎‎Dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tahun ini diawali dengan doa dan zikir bersama. Hal ini juga menjadi sarana pendidikan kepada siswa bagaimana ketika memasuki bulan Ramadan untuk harus disiapkan.

"Jadi hari ini pelaksanaannya adalah penyambutan bulan Ramadan dengan doa dan zikir bersama, atau tradisinya dibilang "punggahan" yang kita laksanakan di sekolah siang ini," jelasnya.

2. Pesantren kilat mengacu pada kegiatan pemerintah untuk mengisi kegiatan keagamaan

Gedung SMK Negeri 6 Medan (Dok. Istimewa)

Untuk kegiatan pesantren kilat diikuti oleh kelas X, XI, XII. Selama bulan Ramadan pembelajaran agama lebih ditingkatkan dari pada kegiatan umum. Nantinya, akan diadakan kegiatan salat zuhur bersama dan siswa lebih difokuskan untuk membaca Al-Qur'an.

Untuk pembukaan pesantren kilat akan mengundang ustad dan tim materi dari luar untuk menyambut dan semangat referensi siswa. Kegiatan Pesantren kilat mengaju kepada kegiatan pemerintah pada bulan ramadan dengan mengisi kegiatan keagamaan.

‎"Jadi pesantren kilat merupakan program dari sekolah jadi tidak ada dikutip dari siswa semuanya "pure" dari sekolah. Dan diharapkan dengan adanya pesantren kilat bisa mencegah siswa untuk tauran dan asmara subuh," tegasnya.

3. Setiap guru agama memiliki Kombel atau kompas belajar

anak artis ikut pesantren kilat (YouTube.com/The Hermansyah A6)

Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Medan, Nansi Manalu mengatakan, bentuk apresiasi Kepala Sekolah itu akan mendukung semua dengan apa yang sudah ditugaskan ke program guru agama masing-masing.

Setiap guru agama itu ada Kombel (kompas belajar), guru agama akan memprogram kemudian dilaporkan ke manajemen. Kemudian apapun hasilnya ketika sudah sesuai dengan keadaan sekolah itu akan di setujui untuk pelaksanaanya yang penting tidak menganggu KBM.

‎"Kepala Sekolah ibu Hervina mendukung penuh setiap kegiatan positif yang diberikan para guru untuk kemajuan siswanya," ujarnya.

Editorial Team