Aceh Tamiang, IDN Times – Desa Sekumur menjadi satu dari sekian banyak daerah di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak paling parah akibat banjir pada 26 November 2025 lalu. Desa yang berada di Kecamatan Sekerak itu praktis "hilang" dari peta pemukiman karena hampir seluruh rumah warga hanyut terbawa arus.
Kini, warga yang bertahan di tenda pengungsian mulai menyuarakan keinginan mereka untuk bangkit dan tidak sekadar menunggu bantuan logistik.
Datok Penghulu (Datok Penghulu) Sekumur Sofyan Iskandar, menyampaikan bahwa masyarakatnya sudah menginginkan kembali mandiri. Dengan hancurnya 98 persen perkebunan sawit dan karet yang menjadi tumpuan hidup, warga kini sangat membutuhkan benih palawija dan padi agar bisa kembali berkegiatan dan mencari nafkah dengan pertanian.
