Medan, IDN Times - Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengendarai motor, tetapi juga oleh kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari sebelum dan saat berada di jalan. Hal ini kembali ditegaskan PT Indako Trading Coy melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi keselamatan berkendara bersama karyawan ITC Finance Medan di Indako Safety Riding Center Medan.
Puluhan peserta mengikuti kegiatan bertema Safety Riding Education For Public yang diselenggarakan oleh tim terlatih Safety Riding PT Indako Trading Coy Medan bersama salah satu dealer resmi yakni PT Indostar Sukses Mandiri. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong terciptanya budaya berkendara aman di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Dalam sesi edukasi, Wan Muhammad Fahreza selaku pemateri menyampaikan bahwa masih banyak kecelakaan lalu lintas yang berawal dari pelanggaran sederhana yang sering terlewatkan.
“Dalam situasi di jalan raya, masih dapat ditemui berbagai perilaku berkendara yang berpotensi menimbulkan risiko, seperti tidak menggunakan helm, tidak membawa SIM atau STNK, berkendara melebihi batas kecepatan, melanggar rambu dan marka jalan, serta melawan arus,” ujar Wan Muhammad Fahreza.
Ia menegaskan bahwa keselamatan berkendara tidak bisa hanya bergantung pada aturan, tetapi harus menjadi kebiasaan. “Keselamatan itu dimulai dari kita sendiri, bahkan sebelum motor dijalankan. Disiplin kecil bisa berdampak besar. Karena itu kami selalu mengingatkan untuk #cari_aman sebelum berkendara,” tambahnya.
Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik langsung di area pelatihan. Tim Safety Riding Honda memberikan demonstrasi 7 Postur Berkendara yang Disarankan, yang mencakup posisi kepala, pundak, siku, tangan, pinggul, lutut, dan kaki saat berkendara. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bahwa postur berkendara yang tepat bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berpengaruh pada kontrol kendaraan serta kemampuan mengantisipasi risiko di jalan.
Leo Wijaya, President Director PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumut, dengan semangat Satu Hati menyampaikan bahwa edukasi seperti ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan berkendara yang berkelanjutan.
“Keselamatan berkendara harus menjadi bagian dari gaya hidup, bukan sekadar pengetahuan. Kami ingin semangat #cari_aman ini benar-benar diterapkan dalam keseharian, sehingga setiap orang bisa berkendara dengan lebih aman dan bertanggung jawab,” ujar Leo Wijaya.
Ia juga menambahkan bahwa perusahaan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan lebih banyak program edukasi keselamatan berkendara di Kota Medan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Indako dalam mendukung peningkatan kesadaran keselamatan berkendara di lingkungan kerja dan masyarakat, agar lebih konsisten dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas saat ini.
