Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
-
Penemuan mayat bayi di dalam kardus di Medan (dok.Polsek Medan Timur)

Medan, IDN Times - Betapa terkejutnya seorang Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Putri Novianti kala menyapu halaman belakang rumah majikannya. Selasa (10/2/2026) pagi ia berniat untuk menggeser kardus karena ingin membersihkan lantai. Namun kecurigaan mencuat kala kardus diangkat dan terasa cukup berat. Saat dibuka, ternyata ada mayat bayi laki-laki sudah membiru dengan kondisi tanpa busana.

Dengan tergesa-gesa dan tubuh bergetar hebat, Putri melaporkannya ke majikan dan petugas berwajib. Usai kabar ini sampai ke telinga polisi, ditemukan fakta bahwa mayat tersebut ternyata bayi yang dilahirkan sendiri oleh SA (19 tahun), temannya sesama ART di Kelurahan Pulo Brayan Darat 1, Medan Timur.

1. ART di Medan buang jasad bayinya di belakang rumah majikan

Mayat bayi ditemukan di dalam kardus di belakang rumah warga (dok.Polsek Medan Timur)

Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus Butarbutar, membenarkan penemuan mayat bayi di wilayah hukumnya. Bayi yang belum genap berumur satu hari itu ditemukan dalam kotak kardus.

"Pada hari Selasa tanggal 10 sekitar pukul 09.30 WIB, kita mendapat informasi bahwa telah ditemukan satu orang bayi laki-laki di belakang rumah. Tepatnya di komplek perumahan di Jalan Bilal. Dengan adanya informasi tersebut, saya dan tim turun ke lapangan dan melihat bahwa benar di belakang rumah, telah ada seorang bayi di dalam kotak. Kondisinya telanjang dan sudah meninggal dunia," kata Agus, Rabu (11/2/2026).

Dengan adanya temuan itu, Polsek Medan Timur melakukan penyelidikan di sekitar rumah. Mereka menemukan ada tanda-tanda bukti permulaan yang ditemukan di dalam kamar mandi berupa pakaian berdarah.

"Lalu kita cek yang kita curigai sebagai pelaku atau ibu bayi yang sudah meninggal ini. Dengan kita temukan barang bukti permulaan tersebut, kita langsung melakukan penggeledahan ke kamar ART berinisial SA. Di dalam kamar ditemukan darah, kemudian kita interogasi. SA akhirnya mengakui bahwa benar itu adalah anak yang baru saja dilahirkannya," lanjut Agus.

2. ART melahirkan bayinya seorang diri di kamar mandi tanpa pertolongan orang lain

Kapolsek Medab Timur Kompol Agus Butar-butar (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Dari pengakuan SA, ia melahirkan bayi laki-laki itu pada pukul 03.30 WIB. Proses persalinan ia lakukan seorang diri di dalam kamar mandi.

"Dan menurut keterangannya, bayi tersebut meninggal dunia. Ya, namun kita melakukan langkah-langkah sesuai dengan prosedur, bahwa bayi itu kita antar ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk dilakukan autopsi," beber Agus.

Kini SA telah dibawa polisi ke Rumah Sakit Pirngadi Medan. Di sana perempuan berusia 19 tahun itu mendapatkan perawatan.

"Ibu bayi profesinya di dalam rumah itu adalah pembantu rumah tangga juga. Menurut keterangan daripada pelaku, bahwa dia melahirkan di dalam kamar mandi tanpa pertolongan orang lain," jelasnya.

3. Selama ini tak ada yang tahu bahwa ART berinisial SA tengah mengandung

Penemuan mayat bayi di dalam kardus di Medan (dok.Polsek Medan Timur)

Tak ada yang tahu bahwa SA selama ini tengah mengandung. Ia juga disebut tidak membicarakannya baik kepada majikan atau temannya sesama ART.

"Informasi yang kita dapatkan dari SA, bayi itu merupakan hasil hubungan gelap dengan pacarnya. Juga dari hasil pemeriksaan kita, pemilik rumah tidak mengetahui selama ini bahwa tersangka hamil. Mungkin ada cara-cara dia untuk menutupi sehingga temannya sendiri pun tidak tahu dia sedang hamil," sebut Kapolsek Medan Timur.

Polisi akan kembali mendalami keterangan SA nanti. Sebab saat ini pihaknya tengah fokus pada pemulihan perempuan yang berprofesi sebagai ART tersebut.

"Dari keterangan pemilik rumah, sejak bulan 7 dia sudah bekerja di rumah tersebut. Majikan juga tidak ada sedikit pun mencurigai bahwa ART ini sedang hamil. Sementara apakah ada kekerasan yang menjadi penyebab kematian sang bayi, kita belum bisa menyimpulkan penyebab kematian bayi itu. Nanti kita tunggu hasil autopsi dari pihak rumah sakit," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team