WALHI Sumut menggelar aksi memperingati Hari Keadilan Ekologis, Minggu (20/9/2026). (Dok: WALHI Sumut)
Koordinator aksi, Maulana Gultom, yang juga Staf Advokasi dan Kampanye WALHI Sumut, mengatakan Hari Keadilan Ekologis menjadi momentum untuk merefleksikan persoalan lingkungan yang masih dihadapi masyarakat Sumut.
“Kita sama-sama tahu kalau bencana ekologis di Sumut belum beres. Di Tapanuli misalnya, belum semua korban dapat hak pemulihan. Hujan aja sedikit di sana, langsung banjir lagi,” ujar Maulana.
Menurut Maulana, pemulihan masyarakat terdampak tidak hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan. Ia mengatakan masih terdapat masyarakat yang belum pulih dari sisi psikologis, ekonomi, maupun mata pencaharian.
“Kalau dalam narasi dan beberapa kali pidato pejabat negara, termasuk Presiden, hari ini itu katanya sudah pulih dan sudah terpulihkan. Tapi pada nyatanya, fakta di lapangan itu masih sangat banyak masyarakat yang tidakpulih secara psikologis, secara ekonomi, secara mata pencarian,” tambah Maulana.