Medan, IDN Times - Bursa saham di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada perdagangan, Kamis (26/3/2026). Kabar d imana AS tengah melakukan upaya negosiasi dengan Iran, dan telah memberikan 15 syarat gencatan senjata masih menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan. Meskipun hingga saat ini jual beli serangan masih berlanjut ditengah upaya pembicaraan damai tersebut.
Harga Minyak Kembali Naik Capai $100 Per Barel, IHSG dan Emas Tertekan

1. Ekonom menilai IHSG sejauh ini berbalik arah dan kembali ditransaksikan di zona merah
Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menilai IHSG pada sesi pembukaan perdagangan menguat di level 7.313. "Meski demikian IHSG sejauh ini berbalik arah dan kembali ditransaksikan di zona merah. Tekanan yang dialami oleh sejumlah bursa saham di Asia diproyeksikan tetap akan memberi pukulan pada kinerja IHSG secara keseluruhan, jelasnya.
Sementara itu mata uang Rupiah pada sesi perdagangan pagi ditranksasikan menguat ke level 16.880 per US Dolar.
2. Penguatan Rupiah sejauh ini ditopang oleh imbal hasil US treasury 10 tahun
Penguatan Rupiah akan menahan tekanan yang dialami oleh IHSG, dan penguatan Rupiah sejauh ini ditopang oleh imbal hasil US treasury 10 tahun dan kinerja USD index yang relatif membukukan kinerja lebih rendah dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.
"Disisi lain pelaku pasar sendiri masih dihantui oleh kondisi geopolitik yang bisa saja memicu tekanan harga secara tiba-tiba," tambah Gunawan.
3. Lompatan pada harga minyak mentah dunia telah memicu terjadinya tekanan pada pasar keuangan dan emas
Kondisi seperti ini memberikan kemungkinan bahwa pasar keuangan masih berpeluang alami kejutan baru. Disisi lainnya pasar komoditas juga masih berada di bawah tekanan sejauh ini. Harga minyak mentah dunia jenis brent kembali naik dan bertengger di level $103 per barel. Kenaikan tersebut membebani harga emas yang sejauh ini bertahan dikisaran $4.532 per ons troy atau sekitar 2.47 juta per gram.
"Lompatan pada harga minyak mentah dunia telah memicu terjadinya tekanan pada pasar keuangan dan emas. Pasar sepertinya masih pesimis dengan rencana damai yang diajukan AS akan diterima oleh Iran. Dan fokus pelaku pasar akan tetap tertuju pada hasil dari upaya dialog tersebut," pungkasnya.