ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)
Lanjutnya, selain dikarenakan khawatir, ketakutan atau kecemasan dengan melambungnya harga emas juga dipicu oleh aksi beli emas yang dilakukan Bank Sentral di dunia. Salah satunya dilakukan oleh Bank Sentral AS atau The Fed, yang menaikkan porsi kepemilikan emas dari $531 Miliar sekitar dua tahun yang lalu, menjadi sekitar $1.33 Triliun pada bulan januari.
"Akumulasi emas oleh Bank Sentral kian mempertegas bahwa emas memang tengah dibidik oleh semua level investor. Meksipun disisi lainnya akumulasi emas oleh Bank Sentral kian memperkuat spekulasi akan tensi geopolitik yang kian memburuk dan berpeluang meluas. Emas masih menjadi safe haven dan dinilai lebih aman dibandingkan dengan instrumen keuangan lainnya sejauh ini," pungkasnya.