Ilustrasi cabai merah (pixabay.com/JillWellington)
Seharusnya, dikatakan Gunawan ada di beberapa titik di wilayah Sumut dan Aceh, akan memasuki musim panen raya cabai merah pada bulan Februari ini. Namun, sayangnya karena bencana panen cabai bulan ini akan sangat sedikit. Bahkan, dari sejumlah pedagang besar yang diobservasi, pasokan cabai merah jelang Ramadan nanti hanya sekitar 50 pereen dari sejumlah titik produksi yang terkena bencana.
Meskipun dari wilayah Kabupaten Karo, Simalungun dan sekitarnya pasokan cabai merah nanti alami signifikan.
Lanjutnya, dari beberapa titik produksi yang gagal panen maksimal di bulan februari, pada dasarnya hasil panennya kerap dijual ke luar wilayah Sumut. Sehingga, ancaman kenaikan aharga cabai merah di Sumut bukan diakibatkan dari bencana itu secara langsung.
"Namun yang dikuatirkan adalah terjadinya potensi pergeseran supply dari wilayah produsen seperti kabupaten karo, yang banyak mengalir ke luar Sumut. Tekanan dari sisi harga terbentuk justru dikarenakan adanya potensi kenaikan harga dari wilayah Sumut. Inilah yang mengakibatkan harga cabai tetap berpeluang naik meskipun dari sisi pasokan atau supply mencukupi," pungkasnya.