Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Cabai Merah Alami Kenaikan Fluktuasi di Pasar Tradisional Medan
Cabai merah www.pixabay.com/JillWellington
  • What?
    Harga cabai merah di pasar tradisional Kota Medan mengalami fluktuasi tajam, dengan kisaran harga antara Rp23 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram dalam beberapa hari terakhir.
  • Who?
    Pedagang pasar tradisional di Kota Medan dan pengamat ekonomi Gunawan Benjamin yang memberikan penjelasan terkait pergerakan harga cabai merah.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, Sumatera Utara, serta berkaitan dengan distribusi pasokan dari wilayah Sumut ke daerah lain.
  • When?
    Kenaikan harga tercatat sejak awal Ramadan hingga Sabtu, 21 Februari 2026, kemudian kembali turun pada Minggu berikutnya.
  • Why?
    Kenaikan disebabkan gangguan panen di beberapa sentra produksi Sumut akibat bencana pada November lalu serta berkurangnya aliran pasokan cabai ke luar daerah.
  • How?
    Ketersediaan cabai yang menurun sementara permintaan tetap tinggi mendorong pedagang menaikkan harga secara bertahap selama tiga hari perdagangan terakhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Harga cabai merah pada saat 1 ramadan sempat dijual turun hingga menyentuh Rp23 ribu per Kg-nya, dan di pedagang lainnya dijual dikisaran harga Rp30 ribuan, atau Rp35.500 per Kg mengacu kepada PIHPS Kota Medan.

Namun, di tempat yang sama, pedagang sempat menjual di harga Rp40 ribu per Kg pada hari Sabtu (21/2/2026). Harga di pedagang lain juga mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp42 ribu per Kg.

Harga berbalik turun kembali dan pada hari Minggu dikisaran Rp35 ribuan per Kg, dan di pedagang lainnya dijual dikisaran Rp38 ribu per Kg.

1. Harga cabai merah bergerak naik dalam 3 hari perdagangan terakhir

Ilustrasi cabai merah siap dikeringkan/(pexels.com/jens)

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menyoroti kenaikan harga cabai di pasar tradisional Kota Medan.

"Fluktuasi ini menggambarkan bahwa harga cabai merah tengah mengalami kenaikan. Lebih kurang kenaikan ini seperti yang pernah sempat diproyeksikan sebelumnya, dimana terjadi gangguan panen di sejumlah sentra produksi di wilayah Sumut, akibat bencana pada bulan November silam," katanya.

Meskipun konsumsi masyarakat setelah 1 Ramadan terlihat kembali normal mendekati hari biasa, dan meskipun supply cabai merah di Sumut mengalami kenaikan. Faktanya harga cabai merah bergerak naik dalam 3 hari perdagangan terakhir.

"Karena sekalipun Sumut memiliki supply yang jauh melebihi total konsumsi masyarakat Sumut, namun supply tersebut semestinya membanjiri wilayah di luar Sumut," ungkap Gunawan.

2. Guyuran cabai merah dari Sumut ke luar alami penurunan

ilustrasi mengulek cabai merah (freepik.com/jcomp)

Sehingga, guyuran cabai merah dari Sumut ke luar alami penurunan. Disaat aliran cabai merah mengering dan demand justru bergerak konsisten, maka yang terjadi adalah dorongan untuk terus mencari sumber pasokan sampai demand itu terpenuhi.

"Maka konsekuensi selanjutnya adalah terjadinya kenaikan harga pada komoditas itu sendiri," sambungnya.

3. Jika tren harganya terus naik, maka harga di cabai di Sumut dipastikan akan ikut alami kenaikan

ilustrasi cabai merah (pixabay.com/JillWellington)

Menurutnya, kenaikan harga ini bukti bahwa surplus tidak menjamin harga tidak akan naik, dan potensi kenaikan harga cabai di wilayah Sumut akan ditentukan bagaimana pembentukan harga di wilayah lainnya, umumnya wilayah Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat hingga Jambi. Jika tren harganya terus naik, maka harga di cabai di Sumut dipastikan akan ikut alami kenaikan.

"Terlebih jika sumber pasokan di wilayah Sumut, Aceh hingga Jawa juga tidak mampu sepenuhnya memasok wilayah yang memiliki basis konsumen. Maka bisa dipastikan bahwa cabai merah akan menjadi penyumbang inflasi nasional termasuk wilayah Sumut," pungkas Gunawan.

Editorial Team