Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
motion_photo_9019791720152067998.jpg
Cabai merah di pasar tradisional Kota Medan menurun (Dok. Istimewa)

Medan, IDN Times - Tren penurunan harga cabai merah masih berlanjut di awal pekan ini. Mengacu kepada PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis), harga cabai merah di Kota Medan terpantau turun dari kisaran Rp26.000 per Kg pada hari Kamis pekan lalu, menjadi kisaran harga Rp22.900 per Kg.

Tidak hanya di Medan, kota Sibolga dan Padangsidempuan juga alami penurunan harga. Namun, di sejumlah kota lainnya seperti Pematang Siantar dan Gunung Sitoli harga cabai alami kenaikan.

Sementara itu, harga cabai rawit juga ditransaksikan turun di Kota Medan. Dari kisaran harga Rp65.700 pada hari Kamis, menjadi Rp61 ribu per Kg pada hari ini. Dan penurunan yang paling tajam terjadi di kota Padang Sidempuan, dari kisaran Rp91 ribu (Kamis) menjadi Rp59 ribu pada perdagangan hari ini.

1. Penurunan harga di awal pekan ini justru memberikan sinyal tekanan yang lebih besar pada harga cabai nantinya

Cabai merah di pasar tradisional (Dok. Istimewa)

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menyoroti harga cabai. Dia menilai harga cabai belum sepenuhnya stabil. Bahkan, dari hasil pengamatan langsung cabai hijau turun di kisaran Rp17 ribu per Kg.

"Secara keseluruhan di awal pekan, umumnya harga cenderung lebih mahal dibandingkan dengan akhir pekan, dan penurunan harga di awal pekan ini justru memberikan sinyal tekanan yang lebih besar pada harga cabai di kemudian hari. Tekanan pada harga cabai berpeluang berlanjut di pekan ini. Pemicunya adalah jumlah pasokan yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada pekan keempat Januari nanti," katanya.

2. Diprediksi supply akan meningkat di akhir Januari ini

ilustrasi gula pasir (pixabay.com/congerdesign)

Sejumlah kebutuhan lain yang mengalami penurunan diantaranya adalah telur ayam, dari kisaran 29.300 per Kg di kota medan, menjadi 29.100 per Kg berdasarkan pemantauan melalui PIHPS. Sementara itu, harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya terpantau bergerak stabil. Daging ayam, gula pasir, daging sapi, beras hingga minyak goreng masih terpantau stabil.

Khusus untuk gula pasir, diprediksi supply akan meningkat di akhir Januari ini. Sehingga, diharapankan harga bisa kembali turun jelang Ramadan dan hari raya Idul Fitri nantinya.

"Karena saya menghitung ada potensi penurunan harga gula pasir paling banyak 700 rupiah per Kg di masa musim produksi. Disisi lain saya menghitung ada potensi kenaikan harga Cabai jelang di bulan februari mendatang," tutur Gunawan.

3. Tidak ada sentimen besar yang bisa memicu gejolak harga pada komoditas pangan umumnya

Penjualanan cabai di pasar tradisional (Dok. Istimewa)

Menurutnya, jika melihat potensi perubahan harga kebutuhan pokok kedepan, sebenarnya tidak ada sentimen besar yang bisa memicu gejolak harga pada komoditas pangan umumnya. Kecuali untuk cabai yang memang ada potensi penurunan produksi, yang meskipun produksi tersebut umumnya mengalir ke Riau dan wilayah lain di luar Sumut.

"Tetapi demand dari luar Sumut bisa memicu gejolak harga di wilayah Sumut. Terlebih lagi jika nantinya harga yang cabai yang terbentuk di luar Sumut bergerak naik. Sumut akan tetap dirugikan dari sisi tekanan harga nantinya. Dan yang pasti penurunan harga cabai merah dan hijau yang sudah di bawah harga keekonomiannya jelas sudah merugikan petani," tutupnya.

Editorial Team