Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Imlek di kediaman tokoh Tionghoa Sumut (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Imlek di kediaman tokoh Tionghoa Sumut (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Intinya sih...

  • Acara Imlek dihadiri 800 tamu lintas agama di rumah tokoh Tionghoa Sumut

  • Imlek 2026 diharapkan jadi pribadi yang lebih baik, toleran, dan bekerja keras

  • Walikota Medan datang pakai baju koko warna merah ke rumah tokoh Tionghoa Sumut

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Gelak tawa mengisi kehangatan Imlek 2577 di rumah Tokoh Tionghoa Sumut, dr. Indra Wahidin. Tamu lintas agama berbaur sembari menyantap hidangan yang disediakan sang tuan rumah.

Acara di kediaman Indra Wahidin merupakan agenda tahunan yang selalu dihelatnya. Bahkan kali ini ia kedatangan tamu spesial yakni sang Walikota Medan, Rico Waas.

1. Acara Imlek dihadiri 800 tamu lintas agama di rumah tokoh Tionghoa Sumut

Tokoh Tionghoa Sumut, Indra Wahidin (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Senyum Indra Wahidin merekah menyambut tamu-tamunya. Satu persatu juga berjalan menuju tempat yang disediakan. Di rumahnya yang berada di Kompleks Tasbih, Jalan Setia Budi, terpantau telah diramaikan tamu lintas agama.

"Memang tahun ini sebenarnya sesuai harapan kita. Mungkin tidak terlalu besar dirayakan. Namun yang datang semua teman-teman, sahabat, jadi kita layani," ujar Indra kepada IDN Times, Selasa (17/2/2026).

Sebelum mengadakan open house, pagi harinya Indra dan keluarga telah melaksanakan ibadah terlebih dahulu. Lalu siang harinya, kehangatan Imlek ia tebarkan kepada sesama umat manusia. Indra menuturkan bahwa sebanyak 800 tamu undangan lintas agama ikut merayakan Imlek di rumahnya.

"Ada teman-teman saya dari Pemprov, Pemko, di Kodam, Polda, ada juga dari partai, dewan, tokoh-tokoh agama, semua yang bisa kita ajak duduk bersama. Tentunya semoga akan membawa hasil yang baik, karena khas Timur kan begitu (guyub)," lanjutnya.

2. Imlek 2026 diharapkan jadi pribadi yang lebih baik, toleran, dan bekerja keras

Walikota Medan Rico Waas hadir di acara Imlek Tokoh Tionghoa Sumut (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Bagi Indra Wahidin selaku tokoh Tionghoa Sumut sekaligus pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), acara ini sangat penting. Terutama bagi silaturahmi antar umat.

"Sesuai makna Imlek sebenarnya kan, pertemuan itu membawa silaturahmi yang baik, ya, untuk masalah-masalah yang selama ini kita hadapi. Ada yang kurang, ada yang lebih. Tahun yang saat ini kita harapkan akan lebih baik, ya, di mana tiap tahun itu kita di Indonesia memang harusnya lebih toleran dan lebih bisa bersahabat," ujar Indra.

Tahun 2026 ini dikenal sebagai Shio Kuda Api. Namun bagi Indra, yang paling penting ialah selalu berusaha apa pun tahunnya.

"Tidak penting menurut saya. Yang penting kita harus berusaha, kita harus berdoa supaya tahun apa pun tetap jadi tahun yang baik," pungkasnya.

3. Wali Kota Medan datang pakai baju koko warna merah ke rumah tokoh Tionghoa Sumut

Imlek di kediaman tokoh Tionghoa Sumut (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Pantauan IDN Times, Walikota Medan Rico Waas, tampak hadir di kediaman Indra Wahidin. Menggandeng sang istri, ia memakai baju koko berwarna merah terang.

"Kami mengucapkan selamat merayakan Imlek kepada saudara-saudara kami yang merayakan. Kami mengharapkan agar harmonisnya kita, masyarakat Kota Medan ini terus tetap terjaga," kata Rico kepada IDN Times.

Solidaritas antar umat disebutnya dibutuhkan untuk memperkuat bangsa. Sebab salah satu fungsi kita sebagai umat manusia adalah mewujudkan sikap toleransi.

"Saling membantu dan saling memperhatikan. Jika ada saudara kita yang kesusahan kita bantu. Kita saling memberikan dukungan dan doa terbaik untuk sesama anak bangsa kita. Kita sama-sama berjuang untuk kota kita dan bangsa kita," harapnya.

Editorial Team