Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Guru Ngaji di Deli Serdang Diteror usai Bubarkan Transaksi Sabu
Ilustrasi narkoba (IDN Times/Sukma Sakti)
  • Halimah, seorang guru ngaji di Deli Serdang, menegur sekelompok pria yang diduga melakukan transaksi sabu di depan anak-anak dan merekam aksinya hingga viral di media sosial.
  • Aksi berani Halimah dipicu keresahan terhadap maraknya peredaran narkoba di lingkungannya, namun setelah videonya viral, ia justru mendapat ancaman dan teror dari pihak yang tidak terima.
  • Polisi bergerak cepat menangkap dua pelaku berinisial AA dan AS dengan barang bukti sabu 2,40 gram serta memberikan perlindungan dan pengamanan khusus bagi Halimah pasca insiden tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Deli Serdang, IDN Times - Aksi seorang guru ngaji bernama Halimah membubarkan transaksi sabu di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, viral di media sosial. Namun, tindakan tersebut justru berujung teror terhadap dirinya.

1. Halimah menegur langsung pelaku yang bertransaksi di depan anak-anak

Ilustrasi narkoba. (IDN Times/Mardya Shakti)

Dalam video yang diunggah Instagram akun @tkpbelawan, Halimah terlihat mendatangi sekelompok pria yang berada di teras rumah warga. Ia menyebut para pria tersebut tengah melakukan transaksi narkoba secara terbuka, bahkan di hadapan anak-anak.

Sambil merekam, Halimah menegur para pelaku agar menghentikan aktivitas mereka.

“Maaf ya bang kan sudah aku bilang tadi bang, anak-anak duduk situ pakai lah perasaan kalian, pakai perasan kalian lho anak anak ini lho,” ujar Halimah. Setelah ditegur, para pria itu langsung meninggalkan lokasi.

2. Aksi nekat dipicu keresahan, berujung terror

ilustrasi narkoba (pexels.com/kaboompics)

Halimah mengaku nekat membubarkan transaksi tersebut karena sudah lama resah dengan aktivitas narkoba di lingkungannya. Ia menyebut kondisi itu membuat anak-anak kehilangan ruang bermain yang aman.

“Anak-anak (di sini), jadi awak mau ngasih main, anak-anak pun bingung mau di mana mainnya, mau di mana-mana ada orang ini,” kata Halimah.

Ia juga menyebut praktik peredaran narkoba di wilayahnya telah berlangsung menahun.

Namun, setelah video tersebut viral, Halimah mengaku mendapat intimidasi. Sejumlah orang yang diduga keluarga pelaku mendatangi rumahnya dan mengancam akan melempari dengan batu.

“Tolong Pak Presiden, rumah saya dihancurin orang itu. Orang itu menjerit-jerit, melemparkan batu. Saya tidak takut saya sendiri. Tapi aparat aparat yang punya hati. Pemimpin yang punya hati tolong saya,” katanya.

3. Polisi tangkap pelaku dan beri perlindungan kepada Halimah

ilustrasi narkoba (pexels.com/MART PRODUCTION)

Kasus ini langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian. Dua pria yang diduga terlibat dalam transaksi narkoba diamankan pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di Kecamatan Pantai Labu.

“Petugas tiba di lokasi dan mendapati seorang pria sesuai dengan ciri-ciri laporan masyarakat sedang duduk di bawah tiang tower, polisi langsung mengamankan pria berinisial AA, dan AS, warga Kecamatan Pantai Labu,” kata Ferry dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5/2026). Dari tangan pelaku, polisi menyita sabu seberat 2,40 gram dan uang tunai Rp317.000.

Ferry menambahkan, pihaknya juga memberikan perlindungan kepada Halimah pasca kejadian tersebut.

“Satres Narkoba juga melaksanakan penghalauan kepada warga yang sempat tidak mendukung kegiatan kepolisian dalam menangani perkara peredaran narkoba ini,” katanya.

“Kita juga turut memberikan perlindungan kepada ibu HT. Kita melakukan patroli serta pengamanan hingga pagi di sekitaran Rumah ibu HT,” tutup

Editorial Team