GIGA Wedding Fest 2026 Usung 5 Atmosfer Pernikahan Favorit Gen Z

GIGA Wedding Fest 2026 digelar 8-10 Oktober di Regale International Convention Center Medan, menghadirkan lebih dari 50 vendor pernikahan dengan tema “Sky Between Us”.
Tema tersebut menampilkan lima atmosfer yang menggambarkan emosi perjalanan cinta, dirancang untuk karakter Gen Z yang berani memilih ide pernikahan kreatif dan personal.
Setiap atmosfer menyediakan paket vendor lengkap bagi calon pengantin tanpa tiket masuk, sementara Gigamind memperluas bisnis wedding dari Medan ke sejumlah kota hingga menjajaki Dubai.
Medan, IDN Times - Pernikahan kini gak melulu soal dekorasi mewah dan pesta besar. Bagi pasangan dari generasi Z, konsep pernikahan justru semakin personal. Warna, suasana, dekorasi hingga detail kecil mulai dipikirkan agar bisa menggambarkan karakter dan kisah pasangan.
Tren tersebut coba dihadirkan dalam GIGA Wedding Fest 2026 di Regale International Convention Center Medan. Menggandeng Signature Planner & Marriage Story serta Prime Conceptor, wedding expo ini mengusung tema “Sky Between Us” pada 8-10 Oktober 2026.
Berlokasi di Pavilion Regale International Convention Center Medan, acara berlangsung pukul 10.00-20.00 WIB. Lebih dari 50 vendor pernikahan ikut ambil bagian, mulai dari dekorasi, busana pengantin, fotografi, videografi, undangan, perhiasan, souvenir, entertainment hingga florist.
1. Angkat tema “Sky Between Us” dengan lima atmosfer

GIGA Wedding Fest 2026 digelar di Regale International Convention Center Medan (IDN Times/Indah Permata Sari) Executive Director Prime Conceptor, Fredi Wong, mengatakan pemilihan tema “Sky Between Us” bukan tanpa alasan. Konsep tersebut ingin menggambarkan emosi dan perjalanan cinta dua orang melalui lima atmosfer berbeda.
“Kenapa kita mengangkat langit? Sky Between Us. Kenapa kita memilih Sky Between Us untuk mewakili lima atmosfer seperti emosinya cinta kedua insan?” ujar Fredi.
Menurutnya, konsep tersebut juga menyesuaikan karakter generasi Z yang dinilai lebih berani mengeksplorasi ide baru dalam pernikahan.
“Untuk 2026 ini, tema pernikahan kali ini, apalagi di generasi Gen Z ini, semuanya itu lebih bold. Jadi mereka lebih berani untuk mengambil sebuah tema-tema atau ide-ide baru yang lebih kreatif dan out of the box,” katanya.
Karena itu, lima atmosfer dalam GIGA Wedding Fest 2026 gak hanya dibuat sebagai dekorasi. Setiap bagian dirancang dengan narasi yang bisa dikaitkan dengan kehidupan dan hubungan pasangan.
“Makanya pada saat kita mengusung konsep Sky Between Us ini adalah kita mencoba membawa desain-desain yang memang narasinya itu bisa di-apply dalam sesuatu yang relate dengan kehidupan kita, apalagi dengan cinta kedua insan manusia,” kata Fredi.
2. Setiap atmosfer dibuat lengkap dengan vendor pernikahan

GIGA Wedding Fest 2026 digelar di Regale International Convention Center Medan (IDN Times/Indah Permata Sari) Konsep berbeda juga terlihat dari cara penyelenggara menata area expo. Setiap atmosfer dibuat seperti satu paket pengalaman pernikahan yang dilengkapi berbagai kebutuhan calon pengantin.
Executive Director Marriage Story, Reni Mait, mengatakan pendekatan tersebut menjadi salah satu hal yang ingin mereka pertahankan dalam setiap wedding expo.
“Wedding itu bukan hanya sekadar keluarin duit, buat dekor, pakai lighting banyak-banyak, enggak. Tapi semua every single detail itu kita pikirin,” ujarnya.
Menurut Reni, dekorasi dan pencahayaan bukan sekadar pelengkap. Keduanya harus disesuaikan dengan warna, suasana dan konsep yang telah dipilih pasangan.
“Klien itu ngerasanya puas bukan hanya karena pelayanan dari personal assistant-nya kita buat mereka, tapi dari sisi ambience, konsep juga,” katanya.
Konsep tersebut bisa dilihat langsung calon pengantin saat mengunjungi expo. Misalnya, salah satu atmosfer dibuat dengan nuansa golden hour dan dilengkapi vendor dekorasi, foto, video hingga gaun pengantin.
“Jadi tinggal kayak nyebrang pulau, ada, nyebrang lagi, ada. Satu pulau itu, setiap pulau sudah komplit, isinya semua vendor ada,” ujar Reni.
Calon pengantin pun bisa datang langsung ke lokasi untuk melihat berbagai pilihan vendor dan berdiskusi mengenai konsep pernikahan yang diinginkan. Menariknya, pengunjung gak dikenakan biaya tiket masuk.
Selain konsep wedding expo, perubahan identitas perusahaan menjadi Gigamind juga menjadi bagian dari langkah pengembangan bisnis. Reni mengatakan rebranding diharapkan membawa energi baru sekaligus menandai perkembangan perusahaan.
“Harapannya ya sudah pasti lebih bersinar. Semua perusahaan yang melakukan rebranding itu pasti karena mereka sudah semakin besar,” kata Reni.
Ia menambahkan, perubahan logo dan identitas kali ini juga ingin menunjukkan posisi perusahaan yang semakin kuat.
“Kalau dilihat dari logo-logo kita juga lebih tegas yang kali ini. Itu menandakan bahwa kita memang lagi statement, kita tuh makin kuat. Bukan makin kendur, tapi makin kuat,” ujar Reni.
3. Bisnis wedding mulai dibawa ke pasar nasional dan internasional

GIGA Wedding Fest 2026 digelar di Regale International Convention Center Medan (IDN Times/Indah Permata Sari) GIGA Wedding Fest 2026 juga menjadi bagian dari langkah penyelenggara untuk memperluas bisnis wedding ke pasar yang lebih besar. CEO Gigamind &co, Suwandi Tjoa mengatakan ekspansi tersebut sudah mulai dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Selain Medan, bisnis wedding yang mereka jalankan telah menyasar sejumlah kota seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Kalimantan dan Bali.
“Dari dua tahun lalu, kita sebenarnya sudah mau buka cabang kita di Jakarta. Jadi memang dari sana kita sudah mulai memasuki beberapa market. Bukan cuma di Medan, di Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Kalimantan, Bali juga sudah kita,” katanya.
Jangkauannya bahkan sempat mengarah ke luar negeri. Ia menyebut pihaknya pernah menjajaki pasar wedding di Dubai. Menurutnya, bisnis pernikahan memiliki karakter yang berbeda karena keputusan konsumen sangat dipengaruhi selera dan perasaan.
“Bisnisnya tentang feeling, perasaan. Kalau mereka cocok, ya mereka pasti willing to spend. Dan keterbatasannya tidak ada. Di mana ada kreativitas, kalau mereka suka, ya sudah, we go,” pungkasnya.




















