ilustrasi keuangan pasangan, finansial pasangan (pexels.com/Mikhail Nilov)
Memiliki pekerjaan belum tentu membuat seseorang tenang menghadapi pengeluaran mendadak. Kerusakan kendaraan atau kebutuhan keluarga, misalnya, bisa mengubah anggaran yang sebelumnya terasa cukup.
Survei Deloitte 2025 menemukan bahwa 48 persen responden Gen Z dan 46 persen milenial merasa tidak aman secara finansial. Lebih dari separuh responden pada masing-masing kelompok hidup dari satu periode gajian ke periode berikutnya.
Survei itu melibatkan 23.482 responden di 44 negara. Angkanya tidak mewakili kondisi Indonesia secara khusus, tetapi memperlihatkan bahwa kekhawatiran keuangan juga dialami anak muda di berbagai negara.
Catatan pengeluaran membantu memperjelas keadaan. Tuliskan pendapatan bersih, kebutuhan rutin, cicilan, dan bantuan untuk keluarga. Masukkan juga biaya yang tidak muncul setiap bulan, seperti servis kendaraan atau pembayaran tahunan.
Meta-analisis yang terbit dalam Journal of Financial Economics pada 2022, mencakup 76 eksperimen acak dengan lebih dari 160 ribu peserta, menemukan peningkatan pengetahuan dan perilaku keuangan setelah peserta memperoleh pendidikan keuangan.
Namun, catatan pengeluaran juga bisa menunjukkan bahwa hampir tidak ada biaya yang dapat dikurangi. Jika itu yang terlihat, target tabungan perlu disesuaikan sambil mencari kesempatan memperbaiki pendapatan.
Saat membandingkan tawaran pekerjaan, hitung pula biaya untuk menjalaninya. Tambahan gaji bisa berkurang karena ongkos perjalanan atau sewa tempat tinggal yang lebih mahal.
Tabungan teman dapat menjadi bahan belajar, sepanjang keadaan di baliknya ikut diperhatikan. Untuk menetapkan target bulan depan, angka yang paling berguna tetap penghasilan, pengeluaran, dan tanggunganmu sendiri.