Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Eks Wakapolda Metro Jaya Meninggal, Polisi: Tidak Ada Indikasi Tabrak Lari
Brigjen (purn) Raziman Tarigan (IDN Times/Eko Agus Herianto)
  • Brigjen (purn) Raziman Tarigan meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal saat mengendarai ATV di dekat rumahnya di Medan, setelah sempat dibawa ke rumah sakit oleh keluarga.
  • Polisi telah mengamankan tiga rekaman CCTV dan memeriksa saksi mata, memastikan tidak ada indikasi tabrak lari dalam insiden yang menewaskan mantan Wakapolda Metro Jaya tersebut.
  • Saksi mata menyebut Raziman baru pulang membeli gorengan sebelum terjatuh dari ATV-nya, tanpa ada pengendara lain yang terlihat terlibat dalam kecelakaan itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Eks Wakapolda Metro Jaya, Brigadir Jenderal (purn) Raziman Tarigan, meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tunggal di dekat kediamannya. Meski sempat dibawa ke rumah sakit oleh keluarga, namun nyawa pria 75 tahun itu tak dapat mampu diselamatkan lagi.

Raziman meninggal dunia dengan luka parah di bagian kepala belakangnya. ATV yang ia kendarai saat itu juga terbalik di Jalan Melati Raya, Kecamatan Medan Selayang, usai pergi membeli gorengan.

1. Polisi kumpulkan 3 rekaman CCTV

Lokasi kecelakaan Brigjen (purn) Raziman Tarigan di Jalan Melati Raya (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, membeberkan bahwa pihaknya sampai saat ini terus melakukan penyelidikan. Sejumlah CCTV yang mengarah ke Jalan Melati Raya sudah diamankan pihaknya.

"Kami masih menelusuri terus CCTV dan menghitung waktu. Karena di belakang beliau itu kebetulan ada dua sepeda motor yang melintas juga. Ada tiga CCTV yang kita ambil," kata Widodo, Jumat (24/4/2026) siang.

Dari kesimpulan sementara, belum ada tanda-tanda bahwa Brigjen Raziman merupakan korban tabrak lari. Meskipun begitu, Widodo menjelaskan bahwa tak ada CCTV yang betul-betul menyorot tepat di mana Raziman jatuh.

"Sepeda motor lewat, baru beliau lewat. Tidak ditabrak. Nah barulah setelah CCTV yang ada di Panglong itu baru jatuh beliau. ATV ini kan gampang jatuh, kalau beloknya terlalu mendadak langsung mau jatuh," lanjutnya.

2. Polisi: Brigjen (purn) Raziman terjatuh saat berkendara pelan

Suasana rumah duka di Jalan Melati Raya (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Selain memeriksa CCTV, pihaknya juga memeriksa sejumlah saksi mata. Widodo menerangkan bahwa masing-masing saksi melihat sang Brigjen sudah terjatuh dari motor ATV-nya.

"Saksi bilang nggak sampai 2 detik dia keluar setelah mendengar suara benturan, dan melihat Bapak itu sudah jatuh. Kalau ada lawannya (orang lain) pasti ada sepeda motor lain di situ kelihatan. Kami cari goresan-goresan (motor) nggak ada. Makanya ini juga masih terus pendalaman dan kami pastikan dulu sesuai fakta-fakta," beber Widodo.

Dari rekaman CCTV, Widodo menjelaskan bahwa pengendara motor lain sudah melewati ATV Raziman. Barulah Brigjen Raziman terjatuh.

"Lukanya yang parah karena benturan. Bukan terseret berdarah-darah. Karena kecepatan beliau tuh cuma 20 Km/jam. Mungkin pas jatuhnya itu fatal posisinya," rinci Widodo.

3. Saksi mata ungkap Raziman alami kecelakaan saat baru pulang beli gorengan

Brigjen (purn) Raziman Tarigan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Pedagang masker sekaligus saksi mata bernama Joko menceritakan bahwa pada Sabtu (18/4/2026) sore dirinya membantu mengevakuasi Raziman. Pria 71 tahun itu disebutnya baru saja pulang membeli gorengan dan hendak masuk ke kediamannya.

"Pak Tarigan naik ATV sendiri. Ke mana-mana kalau keluar pun sering sendiri saja. Waktu kecelakaan, dia habis beli gorengan. Makannya di jalan raya berserak makanannya itu," tutur Joko.

Sempat beredar kabar adanya dugaan tabrak lari. Namun Joko mengatakan tak melihat ada pengendara yang jatuh selain Raziman.

"Pak Tarigan bergerak dari Jalan Simpang Pemda ke arah rumahnya ini. Hendak menyeberang. Enggak lihat saya ada pengendara lain yang terlibat," pungkasnya.

Editorial Team