Pemko Medan menggelar pasar murah di dua titik Kecamatan (Dok. Diskominfo Medan)
Ketiga, pasar murah kerap dinilai sebagai kebijakan pencitraan dan tidak mengentaskan masalah fundamental. Untuk itu sebaiknya pasar murah kedepan bisa dirancang agar lebih berkualitas. Jika yang dihadapi adalah masalah anggaran yang terbatas, maka pastikan anggaran tersebut mengalir untuk mensubsidi masyarakat miskin atau tidak mampu.
Lakukan evaluasi kebijakan dengan mengukur efektifitas pasar murah dan dampaknya terhadap masyarakat. Keempat dan yang tak kalah penting adalah kemampuan masyarakat miskin untuk berpartisipasi pada program pasar murah juga rendah. Masyarakat miskin umumnya memenuhi kebutuhan dasar dengan cara berhutang.
Baginya, sementara operasi pasar murah yang menekankan pembayaran dengan cara tunai, membuat mereka terkadang tidak memiliki kemampuan untuk membelinya.
"Nah disini harus ada skema baru pendistribusian, seperti melakukan pendataan masyarakat miskin jauh hari sebelum operasi pasar digelar. Jadi kalau tidak ada perubahan yang mendasar dalam operasi pasar murah. Maka operasi pasar tidak akan mampu menyentuh substansi masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat miskin," pungkasnya.