Kos-kosan di Labuhan Bilik yang terbakar, 2 pegawai lapas tewas (dok.Maya for IDN Times)
Kakak kandung Samuel bernama Maya Angriani tak urung menceritakan insiden memilukan yang tak pernah dilupakannya seumur hidup. Anak laki-laki satu-satunya di keluarga mereka dinyatakan meninggal dunia dengan luka bakar 100 persen.
"Insiden kebakaran ini terjadi 21 Desember kemarin di salah satu rumah kos di Labuhanbatu. Saat itu ada beberapa orang di TKP. Ada dua orang jadi korban kebakaran ini termasuk adikku sendiri. Empat lainnya berhasil selamat dari kebakaran tanpa ada luka bakar sama sekali. Adikku dan satu temannya jasadnya memang 100 persen mengalami luka bakar. Cuma kalau dibandingkan sama temannya, adikku ini sudah sampai enggak bisa dikenali lagi jasadnya," cerita Maya kepada IDN Times, Kamis (22/1/2026).
Di kos-kosan tersebut, memang ditinggali para pegawai Lapas Kelas III Labuhan Bilik. Samuel kebetulan tidak tinggal di sana, ia hanya mampir mengunjungi temannya bernama James. Samuel pernah tinggal di sana semasa sibuk CPNS, namun sejak 2023 pria berusia 23 tahun itu memutuskan untuk pindah.
Kos-kosan yang berada di Labuhan Bilik, Kabupaten Labuhanbatu, itu memang berbentuk semi permanen. Setengah dindingnya hanya terbuat dari papan triplek.
"Warga yang berada di sana banyak yang bilang bahwa ada yang janggal di balik insiden kebakaran ini. Mereka pun bilang bukan karena korsleting listrik, sebab di daerah tersebut tidak pernah terjadi korsleting. Dan memang sebelum terjadi kebakaran, menjelang Magrib, warga mengaku ada suara musik keras dari kosan. Nah, itu hal yang tidak biasa menurut tetangga di sekitar situ. Mereka sampai kaget. Dan tak lama setelahnya terjadi kebakaran pukul 20.00 WIB. Apinya sudah langsung membesar. Kalau kata Polisi, 7 menit api langsung besar. Sudah nggak mungkin bisa dipadamkan dengan siraman air doang. Menjelang 30 menit langsung menghanguskan satu bangunan rumah itu, rata semua. Nah, setelah semuanya hangus, barulah ditemukan ada jasad adikku di dalam," lanjut Maya.