Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dituduh Culik Anak Kandung, Pria di Humbahas Diamuk Massa

Kota Medan
2 min read
Dituduh Culik Anak Kandung, Pria di Humbahas Diamuk Massa
Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)
  • WS dituduh membawa anaknya tanpa izin mertua, lalu diamuk warga di Humbang Hasundutan.

  • Peristiwa tersebut terjadi setelah warga mengejar mobil yang ditumpangi WS dan tiga rekannya.

  • Polisi memeriksa 11 warga, sementara alasan mertua melarang WS masih dalam penyelidikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Humbang Hasundutan, IDN Times - Video seorang pria berinisial WS diamuk massa di Desa Sion Julu, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), viral di media sosial. Peristiwa pada Rabu (30/9/2026) itu terjadi setelah WS dituduh membawa pergi anak kandungnya tanpa izin mertuanya.

WS kemudian melaporkan pengeroyokan tersebut kepada polisi. Sebanyak 11 warga telah diperiksa dan dibawa ke Polres Humbang Hasundutan untuk proses lebih lanjut.

  1. 1.      WS bertemu anaknya di ladang, lalu meminta izin membawanya jalan-jalan

    Ilustrasi penculikan (IDN Times/Sukma Shakti)
    Ilustrasi penculikan (IDN Times/Sukma Shakti)

    Kasi Humas Polres Humbahas Bripka Jafar Simanjuntak mengatakan WS awalnya datang bersama tiga rekannya ke rumah mertuanya. Kedatangan itu bertujuan menemui anak WS yang berada di Desa Sion Julu.

    "Setibanya di lokasi, WS bersama tiga rekannya berjumpa dengan mertua WS di ladang. Di lokasi tersebut, WS juga bertemu dengan anaknya dan sempat berfoto,'' ujar Jafar kepada awak media, Rabu (8/10/2026).

    WS kemudian meminta izin kepada mertuanya untuk membawa anak tersebut jalan-jalan. Permintaan itu tidak mendapat izin, tetapi WS bersama tiga rekannya tetap membawa anak tersebut masuk ke dalam mobil.

    "Meski demikian, WS bersama ketiga rekannya langsung membawa anak tersebut masuk ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi. Mengetahui hal tersebut, mertua WS berteriak meminta tolong kepada warga bahwa cucunya telah dibawa pergi," ujar Jafar.

  2. 2.  Warga mengejar mobil hingga WS dan rekannya diamuk massa

    Ilustrasi Pengeroyokan (Dok. IDN Times)
    Ilustrasi Pengeroyokan (Dok. IDN Times)

    Teriakan mertua WS membuat sejumlah warga melakukan pengejaran. Kendaraan yang ditumpangi WS disebut tidak langsung berhenti dan baru berhenti setelah tiba di Dusun Sitapung, Desa Sion Julu.

    "WS bersama tiga rekannya diamankan serta sempat diamuk oleh warga setempat," kata Jafar.

    Dalam video yang diunggah akun TikTok @cakra.aksara.media, WS terlihat ditarik sekelompok warga, beberapa di antaranya membawa parang. Bajunya ditarik sebelum ia dipukuli ramai-ramai.

    Rekaman itu juga memperlihatkan seorang perempuan yang merupakan rekan WS ditarik bajunya hingga terjatuh. Perempuan tersebut kemudian turut dipukuli warga.

  3. 3.  Polisi periksa 11 warga, alasan mertua melarang WS masih diselidiki

    Ilustrasi pengeroyokan. (IDN Times/Sukma Shakti)
    Ilustrasi pengeroyokan. (IDN Times/Sukma Shakti)

    Setelah kejadian, WS membuat laporan polisi terkait pengeroyokan yang dialaminya. Polisi kemudian memeriksa 11 warga di Polsek Parlilitan mulai Minggu (4/10/2026).

    "Petugas Sat Reskrim langsung melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan mulai Minggu (4/10/2026) pukul 15.00 WIB hingga Senin (5/10/2026) dini hari. Usai pemeriksaan awal, ke-11 orang tersebut dibawa ke Polres Humbang Hasundutan untuk proses lebih lanjut," ujar Jafar.

    Polisi belum menjelaskan alasan mertua WS melarangnya membawa anak tersebut. Jafar mengatakan persoalan itu masih ditelusuri penyidik.

    "Masih dalam penyelidikan ya," tutup Jafar.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More