Medan, IDN Times - Direktur Utama PUD Pasar Medan Anggia Ramadhan memaparkan bahwa rencana Transformasi PUD Pasar 2026 berangkat dari kondisi riil pasar rakyat yang saat ini menghadapi persoalan serius, terutama kerusakan infrastruktur yang mencapai 50–70 persen akibat usia bangunan, keterbatasan kebersihan, serta pelayanan dan pendapatan yang belum optimal. Jika tidak segera dibenahi, kondisi tersebut dikhawatirkan akan membuat pasar semakin ditinggalkan masyarakat dan pedagang enggan berinvestasi.
Melalui arah transformasi yang terukur, PUD Pasar menitikberatkan pada pembenahan fisik pasar secara bertahap dan berprioritas, penataan SDM berbasis data dan kinerja, serta percepatan pelayanan melalui digitalisasi.
Langkah konkret yang disiapkan, sebutnya, antara lain audit kondisi pasar, penerapan KPI pegawai, SOP pelayanan maksimal tiga hari kerja, sistem pengaduan satu pintu, serta penerapan e-kontribusi untuk menutup celah kebocoran pendapatan.
Hal ini dikatakannya dalam kegiatan Pemaparan Rencana Kerja Direksi PUD Pasar Kota Medan, Kamis (22/1/2026), di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan.
