Direktur Utama PT Bank Sumut (Perseroda), Heru Mardiansyah bersama komisaris (IDN Times/Indah Permata Sari)
Selain aspek struktural, agenda transformasi juga difokuskan pada penguatan manajemen sumber daya manusia sebagai fondasi utama keberlanjutan perusahaan. Perusahaan berkomitmen membangun SDM yang berkualitas, unggul, dan berdaya saing tinggi melalui perbaikan sistem pengelolaan talenta, pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, serta penguatan budaya kinerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Sebagai bagian dari transformasi SDM, perusahaan juga melakukan penyempurnaan sistem jenjang karier yang jelas, transparan, dan berbasis kinerja serta kompetensi, sehingga setiap insan perusahaan memiliki arah pengembangan yang terukur dan kesempatan yang adil untuk bertumbuh dan berprestasi, didukung oleh sistem penilaian yang objektif dan program pengembangan yang selaras dengan kebutuhan organisasi.
Sejalan dengan itu, transformasi digital ditempatkan sebagai enabler utama ekspansi bisnis perusahaan. Perusahaan mempercepat digitalisasi proses dan layanan untuk membuka peluang pertumbuhan baru, memperluas jangkauan layanan, serta mendorong inovasi produk dan kanal distribusi.
Melalui pemanfaatan teknologi digital, perusahaan memperkuat pengembangan layanan berbasis transaksi, ekosistem, dan kolaborasi, yang secara langsung mendorong pertumbuhan dan diversifikasi pendapatan, khususnya dari sisi fee based income. Digitalisasi juga memungkinkan perusahaan menghadirkan layanan yang lebih relevan, cepat, dan terintegrasi dengan kebutuhan nasabah di berbagai segmen, transformasi digital juga berperan strategis dalam meningkatkan loyalitas dan engagement nasabah melalui peningkatan pengalaman nasabah (customer experience), personalisasi layanan, serta kemudahan akses produk dan layanan perbankan.
Digitalisasi juga mendukung penguatan manajemen risiko melalui peningkatan kualitas data, risk analytics, early warning system, serta pengendalian internal berbasis teknologi. Dengan demikian, ekspansi bisnis yang dilakukan dapat dimonitor secara real time, lebih akurat, dan sesuai dengan profil risiko perusahaan.
“Transformasi digital bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi merupakan motor penggerak ekspansi bisnis. Dengan dukungan teknologi dan SDM yang kompeten, kami mendorong pertumbuhan pendapatan yang lebih beragam, berkelanjutan, serta membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah,” tambahnya.