Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi orang belanja sayuran (pixabay.com/TungArt7)
ilustrasi orang belanja sayuran (pixabay.com/TungArt7)

Intinya sih...

  • Diprediksi pasokan juga stabil dan cukup hingga lebaran nanti

  • Permintaan yang kerap muncul selama Ramadan dan Idul Fitri nanti perlu diwaspadai

  • Daging sapi, ayam hingga telur berpeluang mengalami lompatan permintaan yang bisa memicu kenaikan harga

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Dari hasil pemantauan langsung di lapangan, pasokan kebutuhan pangan di Sumut menjelang Ramadan, hingga Idul Fitri nantinya akan berada dalam posisi stok yang cukup. Namun, diprediksi akan terjadi kenaikan harga.

Sebab, dari pantauan menjelang bulan suci Ramadan tahun ini saja harga daging sapi, daging ayam dan tomat sudah mengalami kenaikan. Apalagi beras, gula pasir dan minyak goreng.

1. Diprediksi pasokan juga stabil dan cukup hingga lebaran nanti

ilustrasi menanam sayuran (freepik.com/prostooleh)

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menyoroti kenaikan harga di pasar tradisional yang saat ini terjadi di Sumut. Dia mengatakan justru kini tengah meningkatkan produksinya seiring dengan musim panen yang mulai berjalan.

"Dan bukan hanya itu, cabai merah, cabai rawit hingga sayur-sayuran lain juga terpantau stoknya cukup tersedia. Bahkan untuk bawang merah yang sebagian masih didatangkan dengan cara diimpor dari wilayah lain, diprediksi pasokannya juga stabil dan cukup hingga lebaran nanti," jelasnya.

2. Permintaan yang kerap muncul selama Ramadan dan Idul Fitri nanti perlu diwaspadai

Menko Pangan Zulhas dan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono melihat penjual daging ayam di Banyumas. (IDN Times/Dok Humas Kemenko Pangan)

Namun, dikatakannya bukan berarti harga tidak akan berpeluang naik. Demand atau permintaan yang kerap muncul selama Ramadan dan Idul Fitri nanti perlu diwaspadai.

"Karena demand diproyeksikan akan berfluktuasi dan bisa seketika mendorong kenaikan harga meskipun tidak serentak. Salah satu komoditas yang perlu diwaspadai adalah cabai merah. Karena harganya masih berpeluang sangat volatile selama 40 hari kedepan," sambungan Gunawan.

3. Daging sapi, ayam hingga telur berpeluang mengalami lompatan permintaan yang bisa memicu kenaikan harga

Ilustrasi daging ayam. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Selanjutnya, ada juga daging sapi, daging ayam hingga telur yang juga berpeluang mengalami lompatan permintaan yang bisa memicu kenaikan harga. Jadi demand atau permintaan yang naik turun berpeluang menciptakan fluktuasi pada harga pangan. Namun khusus untuk tren harganya, tetap ada yang berpeluang alami penurunan selama Ramadan dan Lebaran nanti.

Seperti harga gula pasir yang saat ini dikisaran Rp17.500 hingga Rp18.500 per Kg, dan harga minyak goreng curah yang saat ini ditransaksikan sekitar Rp18.000 hinga Rp20 ribu per Kg. Termasuk juga harga beras yang ditransaksikan dalam rentang Rp13.800 hingga Rp14.300 per Kg di level kilang.

"Potensi penurunan seiring dengan meningkatnya produksi seiring dengan musim panen dan peningkatan produksi. Termasuk juga potensi penurunan harga CPO yang bisa mengkoreksi harga minyak goreng curah," pungkasnya.

Editorial Team