ilustrasi anak kecil terkena flu (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Dia memberikan tips untuk dapat mencegah penyebaran Super Flu, sebagai berikut :
- Mengenakan masker: Terutama di tempat umum atau saat berinteraksi dengan orang lain.
- Mencuci tangan secara teratur: Menggunakan sabun dan air atau hand sanitizer berbasis alkohol.
- Menjaga kebersihan lingkungan: Membersihkan permukaan yang sering disentuh.
- Mendapatkan vaksin flu: Vaksin saat ini tetap efektif dalam mengurangi risiko penyakit serius akibat varian ini.
- Menjaga kesehatan secara umum: Memastikan asupan nutrisi yang baik, cukup tidur, dan berolahraga secara teratur untuk memperkuat sistem imun.
Dia mengatakan Super Flu dapat menyerang berbagai kalangan, tetapi berdasarkan data yang ada, kelompok yang paling banyak terinfeksi adalah wanita dan anak-anak.
"Di rumah sakit Hasan Sadikin di Bandung, misalnya, pasien yang dirawat terdiri dari bayi, anak-anak, dan orang dewasa berusia 20-60 tahun, dengan beberapa kasus di atas 60 tahun. Ini menunjukkan bahwa meskipun semua orang berisiko, anak-anak dan orang dewasa dengan kondisi kesehatan tertentu mungkin lebih rentan terhadap infeksi," ujarnya.
Hal yang paling penting baginya untuk masyarakat adalah tetap mengikuti perkembangan informasi dari otoritas kesehatan setempat dan nasional mengenai Super Flu.
"Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik, karena meskipun virus ini menyebar dengan cepat, tingkat kematiannya relatif rendah dibandingkan dengan beberapa varian COVID-19. Upaya pencegahan dan kesadaran masyarakat sangat penting untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini," pungkasnya.