Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Diburu Hingga Jambi, Begal di Angkot Medan Diringkus
Ilustrasi Begal. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Dua begal bersenjata tajam di Angkot Morina 81 Medan ditangkap setelah melarikan diri hingga Jambi, usai aksinya terhadap penumpang perempuan viral dan menimbulkan keresahan masyarakat.
  • Pelaku SLS menyerang korban dengan parang sementara EN mempercepat laju angkot; keduanya bersekongkol pura-pura sopir disandera untuk melancarkan aksi perampasan terencana.
  • Polisi menangkap EN di Samosir lalu memburu SLS ke perkebunan sawit di Tebo, Jambi; pelaku utama dilumpuhkan dengan tembakan di kaki saat mencoba melawan petugas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Kasus begal bersenjata tajam di dalam angkutan kota (Angkot) Morina 81 akhirnya terungkap. Dua pelaku yang melakukan aksi brutal terhadap penumpang perempuan berhasil ditangkap setelah sempat melarikan diri hingga ke wilayah Jambi.

“Begitu kejadian ini viral dan menimbulkan keresahan luas di masyarakat, Kapolda Sumut langsung memberikan perhatian khusus dan memerintahkan Ditreskrimum bergerak cepat mengungkap para pelaku. Ini menjadi komitmen kami bahwa setiap tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat akan ditindak tegas,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, Jumat (15/5/2026).

1. Korban melompat dari dalam angkot karena dibegal

Ilustrasi begal (IDN Times/Mardya Shakti)

Peristiwa ini terjadi di Jalan KL Yos Sudarso, kawasan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Selasa (7/4/2026) siang. Aksi pelaku menghebohkan publik setelah video korban melompat dari angkot yang melaju kencang beredar luas di media sosial.

Dalam kejadian itu, pelaku mengincar penumpang perempuan. Salah satu pelaku tiba-tiba mengeluarkan parang, mengancam, melukai, hingga merampas barang milik korban. Situasi di dalam kendaraan berubah mencekam, memaksa korban nekat menyelamatkan diri dengan cara melompat dari angkot.wan dan mencoba menyerang petugas, hingga akhirnya dilumpuhkan dengan ditembak di bagian kaki.

2. Peran pelaku terencana, sopir cadangan ikut membantu

Ilustrasi penangkapan seorang tersangka menggunakann borgol di tangannya (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Polisi mengamankan dua tersangka, yakni EN alias Memes alias Tatoo (44) dan SLS alias Ringo (36). SLS berperan sebagai eksekutor yang menyerang korban menggunakan parang, sementara EN diduga membantu dengan mempercepat laju kendaraan.

“Modus mereka cukup terencana. Pelaku utama berpura-pura menyandera sopir agar seolah-olah tidak ada kerja sama, padahal keduanya sudah bersekongkol sejak awal,” kata Ferry.

Dalam aksinya, korban mengalami kerugian dan luka serius, mulai dari kehilangan handphone hingga cedera fisik akibat kekerasan dan dorongan dari dalam kendaraan.

3. Pelarian hingga Jambi berakhir di perkebunan sawit

Tangan tersangka diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Polisi lebih dulu menangkap EN di Kabupaten Samosir pada 25 April 2026. Dari penangkapan itu, penyidik mengembangkan kasus dan memburu pelaku utama yang kabur ke wilayah perkebunan di Kabupaten Tebo, Jambi.

“Tim harus melakukan pemetaan lokasi dan pengendapan semalaman sebelum akhirnya berhasil menangkap tersangka di sebuah pondok perkebunan sawit,” ujar Ferry. 

Saat proses pengembangan, tersangka SLS sempat melawan dan mencoba menyerang petugas, hingga akhirnya dilumpuhkan dengan ditembak di bagian kaki.

Editorial Team