Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
motion_photo_9019791720152067998.jpg
Cabai merah di pasar tradisional Kota Medan menurun (Dok. Istimewa)

Intinya sih...

  • Harga cabai rawit masih terbilang mahal

  • Potensi pemulihan harga komoditas tersebut berpeluang terjadi di Februari mendatang

  • Diprediksi Pemerintah akan menghadapi tantangan kenaikan harga jelang perayaan keagaamaan dalam waktu dekat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di akhir pekan pertama Januari mengalami penurunan. Sejumlah harga pangan hortikultura seperti cabai hijau, cabai rawit, cabai merah hingga bawang merah terpantau alami penurunan. Harga cabai merah ditransaksikan di kisaran harga Rp19 ribu hingga Rp23 ribu per Kg, dari posisi harga sebelumnya di kisaran Rp30 ribu per Kg.

Selanjutnya, ada harga cabai rawit dikisaran Rp60 ribuan per Kg, setelah sebelumnya sempat ditransaksikan dikisaran harga Rp75 ribu per Kg. Menyusul kemudian harga cabai hijau ditransaksikan dikisaran Rp21 ribu per Kg, dari posisi Rp23 ribu per Kg sebelumnya. Selanjutnya bawang merah turun dari kisaran Rp38 ribu per Kg, menjadi Rp28 hingga Rp31 ribu per Kg.

1. Harga cabai rawit masih terbilang mahal

Penjualanan cabai di pasar tradisional (Dok. Istimewa)

Berdasarkan harga tersebut, pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin mengomentari bahwa dari sejumlah komoditas tersebut harga cabai rawit masih terbilang mahal. Sementara itu, untuk harga bawang merah sudah memasuki harga yang mulai turun.

Menurut Gunawan, adanya penurunan harga komoditas tersebut lebih banyak dipicu oleh peningkatan supply atau persediaan, yang memicu penurunan harga di level konsumen.

"Pada bulan Januari ini, Sumut berpeluang mencetak deflasi setelah kenaikan inflasi yang cukup tajam di bulan Desember kemarin. Seiring dengan itu, nilai tukar petani diproyeksikan akan kembali mengalami tekanan. Daya beli petani akan terpukul dengan penurunan harga saat ini. Terlebih realisasi harga cabai sudah di bawah harga keekonomiannya," katanya.

2. Potensi pemulihan harga komoditas tersebut berpeluang terjadi di Februari mendatang

Suasana para pedagang menujual cabai merah di pasar Deli Serdang (Dok. Istimewa)

Bahkan, Gunawan menjelaskan untuk komoditas cabai hijau dan cabai merah, petani dipastikan sudah menjual rugi. Potensi pemulihan harga komoditas tersebut berpeluang terjadi di Februari mendatang.

"Disaat Ramadan jelang Idul Fitri dan bukan karena adanya potensi kenaikan demand atau permintaan semata. Lebih dari itu ada potensi terjadinya koreksi pada sisi supply, setelah bencana banjir membuat banyak tanaman hortikultura di sejumlah wilayah terpaksa ditanam ulang," ungkapnya.

3. Diprediksi Pemerintah akan menghadapi tantangan kenaikan harga jelang perayaan keagaamaan dalam waktu dekat

Suasana para pedagang menujual cabai merah di pasar Deli Serdang (Dok. Istimewa)

Lanjutnya, gagal panen tengah membayangi produksi tanaman pangan di wilayah Sumatera Utara. Pemerintah akan menghadapi tantangan kenaikan harga jelang perayaan keagaamaan dalam waktu dekat. Solusi jangka pendek dibutuhkan untuk meredam potensi kenaikan harga. Beberapa komoditas pangan yang berpeluang alami kenaikan adalah cabai dan komoditas hortikultura lainnya.

"Untuk harga daging ayam, telur ayam dan daging sapi diproyeksikan akan bertahan mahal nantinya. Sementara itu untuk beras diproyeksikan masih akan stabil ditengah musim panen raya. Sampai sejauh ini pemetaan sumber produksi bahan pangan di Sumut masih sulit dilakukan. Setidaknya hingga terlihat adanya pemulihan lahan pertanian setelah bencana, kestabilan anggaran atau modal petani untuk bercocok tanam serta pola tanam yang kembali konsisten di kalangan petani," tutup Gunawan.

Editorial Team