Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemandangan salah satu daerah di Aceh Tengah yang masih terputus aksesnya (dok.Pemkab Aceh Tengah)
Pemandangan salah satu daerah di Aceh Tengah yang masih terputus aksesnya (dok.Pemkab Aceh Tengah)

Intinya sih...

  • Ancaman bencana susulan masih tinggi, terdapat 4 faktor utama yang menjadi dasar perpanjangan status tanggap darurat.

  • Warga terpaksa masih gunakan sling untuk menyeberangi sungai, 26 kampung di Aceh Tengah masih terisolir.

  • Status tanggap darurat berlaku hingga 22 Januari 2026, namun dapat dipersingkat atau diperpanjang sesuai hasil kajian teknis BPBD Aceh Tengah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Aceh Tengah, IDN Times- Cuaca ekstrem masih terus melanda Aceh selama beberapa hari terakhir. Banjir dan longsor susulan masih terjadi di sejumlah daerah. Salah satunya Kabupaten Aceh Tengah.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Bupati Aceh Tengah Haili Yoga resmi menetapkan perpanjangan tersebut untuk kelima kalinya melalui Keputusan Bupati Nomor 360/1/BPBD/2026, terhitung mulai Jumat (9/1/2026).

1. Ancaman bencana susulan masih tinggi

Penyeberangan darurat menuju Kampung Reje Payung, Aceh Tengah, putus (dok.warga)

Perpanjangan status ini dilakukan untuk memastikan penanganan dampak cuaca ekstrem di Aceh Tengah tetap berjalan optimal, seiring kondisi lapangan yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengatakan terdapat empat faktor utama yang menjadi dasar perpanjangan status tanggap darurat tersebut.

“Pertama masih adanya permukiman yang terisolir, kemudian kerusakan infrastruktur, kebutuhan penyaluran logistik melalui jalur udara, serta ancaman bencana susulan akibat curah hujan yang masih tinggi,” ujar Mustafa Kamal.

2. Warga terpaksa masih gunakan sling untuk menyeberangi sungai

Warga Aceh Tengah gunakan sling untuk menyeberangi sungai (dok.Pemkab Aceh Tengah)

Beberapa jembatan masih belum dapat difungsikan. Padahal sangat penting untuk menghubungkan antar kecamatan atau kampung. Pemandangan warga menggunakan sling sambil menggedong anaknya hingga bersama motornya masih terus terlihat. Hal ini penting untuk mobilisasi sehari-hari. Beberapa waktu lalu jembatan darurat yang dibangun warga rusak lagi karena banjir susulan.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 26 kampung di Aceh Tengah masih berada dalam kondisi terisolir. Lumpuhnya akses darat membuat distribusi bantuan logistik belum dapat dilakukan secara maksimal melalui jalur darat, sehingga penyaluran bantuan masih harus mengandalkan metode dropping udara.

Selain kendala akses, intensitas hujan yang tinggi juga meningkatkan potensi terjadinya banjir dan longsor susulan di sejumlah lokasi, sehingga memerlukan kesiapsiagaan berkelanjutan dari seluruh unsur penanganan bencana.

3. Masa berlaku hingga 22 Januari 2026

Warga kembali membangun jembatan darurat untuk penyeberangan di Sungai Kala Ili, Kecamatan Linge, Aceh Tengah (dok.warga)

Status tanggap darurat ini berlaku selama 14 hari, mulai 9 hingga 22 Januari 2026. Namun, masa berlakunya bersifat dinamis dan dapat dipersingkat atau kembali diperpanjang, bergantung pada hasil kajian teknis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah terhadap perkembangan cuaca dan kondisi riil di lapangan.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mengintensifkan upaya penanganan darurat, pemulihan akses, serta perlindungan keselamatan warga selama status tanggap darurat masih diberlakukan.

Editorial Team