Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir karena Sungai Deli Meluap, Warga Medan Maimun Dievakuasi
Ilustrasi banjir di Sumatra Utara. (Dok. Ditjen Pas Kementerian Imipas)
  • Hujan deras sejak sore menyebabkan Sungai Deli meluap hingga 3 meter dan merendam kawasan bantaran sungai, termasuk Kelurahan Aur di Kecamatan Medan Maimun.
  • Warga seperti Soni mengalami banjir cepat dengan air masuk ke rumah hingga dua meter, sebagian dievakuasi ke tempat lebih tinggi sambil berharap pemerintah segera tanggap.
  • BPBD Kota Medan mengevakuasi warga terdampak di beberapa titik setelah hujan deras juga mengguyur kawasan pegunungan yang memperparah kenaikan debit air Sungai Deli.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1 April 2026

Sejak sore hari, hujan deras mengguyur Kota Medan dan menyebabkan Sungai Deli meluap hingga merendam kawasan Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Sekitar pukul 17.30 WIB, banjir mulai menggenangi rumah warga dan beberapa di antaranya dievakuasi ke tempat lebih tinggi.

00.00 WIB

Pada tengah malam, debit air Sungai Deli mencapai sekitar 2 hingga 3 meter dan membanjiri rumah-rumah warga di bantaran sungai.

02.30 WIB

Air mulai surut setelah sempat mencapai ketinggian maksimal pada tengah malam.

18.00 WIB

BPBD Kota Medan memantau lokasi rawan banjir dan membuka pintu kanal karena debit air terus meningkat akibat hujan deras di kawasan pegunungan.

kini

Soni bersama keluarganya membersihkan rumah dari sisa banjir, sementara sebagian anggota keluarga masih mengungsi di rumah saudara terdekat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Hujan deras menyebabkan debit air Sungai Deli di Kota Medan naik hingga sekitar 3 meter dan mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan, termasuk Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun.
  • Who?
    Warga terdampak seperti Soni bersama keluarganya serta tim BPBD Kota Medan yang dipimpin Yunita Sari melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi banjir.
  • Where?
    Banjir terjadi di bantaran Sungai Deli, khususnya di Kelurahan Aur dan Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara.
  • When?
    Banjir mulai terjadi pada Rabu sore, 1 April 2026 sekitar pukul 17.30 WIB dan mencapai puncaknya tengah malam sebelum mulai surut sekitar pukul 02.30 WIB.
  • Why?
    Kenaikan debit air disebabkan hujan deras berkepanjangan di wilayah Kota Medan dan kawasan pegunungan yang memperbesar aliran air ke Sungai Deli.
  • How?
    Air sungai meluap dengan cepat ke permukiman warga; sebagian warga dievakuasi ke tempat lebih tinggi sementara petugas BPBD menutup dan membuka kanal untuk mengatur aliran air.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tadi di Medan hujan deras banget sampai sungai Deli meluap. Airnya naik tinggi sekali, katanya sampai tiga meter. Rumah orang-orang jadi kebanjiran, termasuk rumah Pak Soni. Ada yang dievakuasi ke tempat tinggi supaya aman. Sekarang airnya sudah mulai surut, dan orang-orang sedang bersih-bersih rumah lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun banjir melanda kawasan bantaran Sungai Deli, respons cepat dari BPBD Kota Medan menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah dalam mengevakuasi warga, termasuk anak-anak dan balita, ke tempat yang lebih aman. Warga seperti Soni juga tampak tangguh menghadapi situasi ini dengan segera membersihkan rumah setelah air surut, mencerminkan semangat gotong royong dan ketahanan masyarakat setempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Sejak sore Rabu (1/4/2026) Kota Medan diguyur hujan deras dan menyebabkan beberapa kawasan di sejumlah titik tepatnya bantaran Sungai Deli terendam banjir. Salah satunya di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun.

Salah satu warga Kelurahan Aur, Soni, menceritakan bahwa setiap hujan rumahnya selalu kebanjiran.

"Sudah mau Maghrib tadi banjirnya. Beberapa warga ada yang keluar dan sebagian lagi tetap di dalam rumah karena ada yang bertingkat dua rumahnya,” ucap Soni.

1. Lingkungan tempat tinggalnya memang menjadi langganan banjir

Suasana luapan debit air sungai Deli Kota Medan (Dok. Soni for IDN Times)

Soni mengatakan, banjir mulai menggenangi lingkungan tempat tinggalnya sekitar pukul 17.30 WIB. Sehingga, beberapa warga yang terdampak juga dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

Soni juga mengungkapkan lingkungan tempat tinggalnya memang menjadi langganan banjir lantaran lebih rendah dari jalan.

2. Soni berharap Pemerintah cepat tanggap untuk menangani luapan debit air

Suasana luapan debit air sungai Deli Kota Medan (Dok. Soni for IDN Times)

Kemudian, pergerakan kecepatan air meluap ke rumah warga intensitasnya sangat cepat hingga membanjiri rumah warga sore itu.

Hingga malam hari, debit air terus meninggi, hingga pada tengah malam pukul 00.00 WIB, debit air mencapai kurang lebih 2 sampai dengan 3 meter.

"Di rumah saya saja air udah naik, padahal pintu rumah tertutup dan tingginya sekitar 2 meter," jelasnya.

Selanjutnya, hingga pukul 02.30 WIB 02.30 WIB, air mulai kembali surut. Dia berharap banjir ini tidak kembali datang, merendam rumahnya dan warga sekitar yang ada di bantaran sungai Deli Kota Medan, serta Pemerintah Kota Medan cepat tanggap untuk bisa menangani hal tersebut.

"Melihat kecepatan debit air yang sangat tinggi, dengan suhu cuaca yg dingin, kemungkinan ini merupakan banjir kiriman dari hulu," pungkasnya.

Hingga kini, Soni bersama orangtuanya sedang membersihkan rumahnya dari sisa debit air yang masuk. Sedangkan, istri dan anak dievakuasi ke rumah saudaranya yang tidak jauh dari lokasi tinggal mereka.

3. Kawasan pegunungan juga diguyur hujan deras dan mengakibatkan banjir di beberapa wilayah Kota Medan

Suasana luapan debit air sungai Deli Kota Medan (Dok. Soni for IDN Times)

Sementara itu, Kepala Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari, mengaku pihaknya sudah turun ke lokasi untuk mengevakuasi warga.

“Sudah kita evakuasi ada di Gang Merdeka, Kelurahan Sei Mati. Warga termasuk ada anak-anak, balita, dan orang dewasa yang kita evakuasi ke tempat yang lebih tinggi,” terangnya.

Yunita juga membenarkan bahwa kawasan pegunungan juga diguyur hujan deras dan mengakibatkan banjir di beberapa wilayah Kota Medan.

“Sejak sore, kami sudah memantau lokasi rawan banjir. Tapi karena hujan juga di gunung, debit air semakin tinggi. Sampai pukul 18.00 WIB, air masih ditahan di kanal. Karena air terus bertambah, terpaksa pintu kanal dibuka dan sungai langsung penuh. Kawasan Medan Maimun yang memang posisinya rendah terdampak banjir,” tuturnya.

Editorial Team