Pengacara bernama Indra yang merupakan korban teror pembakaran mobil (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Indra menceritakan kronologis saat ia mendapatkan teror dari orang yang tak dikenal. Mulanya, Indra sedang berada Masjid Al Ikhlas, Desa Medan Estate, menyelesaikan konflik yang ada di sana.
"Saya ditelepon ustad bahwa ada segerombolan orang akan menghancurkan rumah ibadah. Jadi, pada pukul 23.00 WIB, saya datang ke masjid itu sampai jam 00.30 WIB. Karena situasinya saya rasa sudah banyak yang menjaga, maka saya pulang ke rumah dan duduk di Cafe Anugerah, tempat saya punya usaha," jelas Indra, Kamis (8/1/2026) sore.
Saat hendak istirahat, Indra terhenyak melihat kobaran api. Pukul 02.00 WIB ia melihat mobilnya dibakar pria yang memakai masker.
"Saya lihat mobil saya terbakar. Karena posisi saya berjarak 10 meter, jadi langsung saya kejar pelakunya. Ternyata ada 2 orang pelaku yang saya tidak ketahui siapa. Mereka seketika itu melarikan diri menggunakan sepeda motor beat berwarna biru putih," lanjutnya.