Banyak lagu Laira yang mengangkat drama percintaan (Wilsan Sitepu Official)
Laira mengujarkan jika banyak penyanyi-penyanyi daerah yang kualitas suaranya tak kalah bagus dengan penyanyi lagu-lagu populer. Namun yang menjadi penyesalannya adalah, cukup sedikitnya minat orang dalam meniti karir menjadi penyanyi daerah di Simalungun.
“Saya melihat fenomena ini sedikit berbeda dengan masyarakat Karo. Sepengamatan saya, ada saja penyanyi-penyanyi baru daerah Karo yang bermunculan, bahkan setiap minggunya. Kalau Simalungun, penyanyi daerahnya lama-kelamaan saya rasa mulai berkurang. Melihat fenomena ini saya jadi tertarik untuk membangkitkan semangat lagu-lagu daerah di Simalungun, terkhusus di kalangan anak-anak muda,” kata Laira.
Dirinya tak sungkan-sungkan mengungkapkan triknya dalam mendekatkan lagu-lagu daerah kepada anak-anak muda yang dalam hal ini sebagai pewaris kebudayaan. Laira dan tim produsernya mencoba memadukan antara lagu berbahasa daerah dengan tren dan musik anak-anak muda yang kerap berkutat dengan masalah romansa atau percintaan. Baginya, ini merupakan salah satu langkah yang strategis.
“Lagu saya memang rata-rata dikemas dalam balutan kisah percintaan yang sendu. Relate juga sama kisah-kisah anak muda sekarang. Seperti gejolak batin seseorang bahwa pasangan kita sekarang belum tentu menjadi jodoh kita, ada juga yang menceritakan tentang toxic relationship di mana pacarnya ini gak bagus alias bad attitude, sampai yang menceritakan akan segera move on pun ada. Peristiwa-peristiwa ini, kan, cukup dekat dengan apa yang menimpa anak muda. Dengan kita mengangkat lagu berbahasa daerah yang relate dengan kehidupan mereka, saya berharap dapat memantik animo mereka,” tuturnya.