Bajaj Maxride di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Terkait promo awal tahun 2026, Bajaj Maxride menarik pelanggan dengan harga Rp8 ribu. Namun, dikatakan Anto, ini tidak menjadi kendala baginya untuk tetap optimis menarik bajaj.
"Istilahnya Rp8 ribu menyesuaikan dengan jarak juga, itu berlaku hanya jarak 3 Km yang kita antar pelanggannya," ungkapnya.
Dia berharap promo subsidi ini tidak berlaku selamanya dan tidak berlebihan.
"Seperti aku tadi dapat orderan, ongkosnya Rp11 ribu tapi dibayar penumpang Rp8 ribu jadi Rp3 ribu itu masuk ke saldo," tutur Anto.
Sejak awal menjadi sopir Bajaj, Anto mengaku tidak pernah ditangkap oleh Dinas Perhubungan.
"Kalau aku belum pernah. Itu mungkin masih diawal saja pengurusan ijin, kalau untuk saat ini kami diberi STNK Bajaj dan izin jalan," jelas Anto yang mendaftarkan diri menjadi sopir Maxride pada tahap ketiga.
Sepinya orderan merupakan kendala dilapangan. Namun, dikatakannya, jika ada kendala di jalan pihak Maxride siap untuk bertanggungjawab.
Dia berharap setoran atau penyewaan bajaj bisa kurang dari Rp85 ribu per hari.
"Semoga bisa kurang lagi, karena untuk mendapatkannya sekarang sudah susah dan ini mulai sepi orderan. Istilahnya menyesuaikan saja, jangan dibalik itu ada pihak yang rugi juga," pungkasnya.